Kemenag Banten dan MUI Imbau Warga Tidak Gelar Pesta Tahun Baru

DBC I Serang – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Banten dan MUI Provinsi Banten meminta masyarakat untuk tidak menggelar pesta saat malam pergantian tahun mendatang.

Kepala Kanwil Kemenag Banten Bazari Syam ditemui disalah satu hotel berbintang lima di Kota Serang, mengungkapkan, imbauan tidak merayakan tahun baru sebenarnya sudah dikeluarkan jauh hari sebelum bencana tsunami melanda Banten.

Jauh sebelum tsunami ada sudah saya katakan, kita imbau kepada seluruh perusahaan untuk tidak memaksakan atribut agama. Kedua, perayaan tahun baru terlebih setelah ada tsunami ini kita sudah imbau diisi dengan zikir,” katanya, Kamis(27/12).

Bazari menjelaskan, imbauan itu berlaku bagi seluruh masyarakat dari penganut agama manapun. Ajakan itu juga telah disebar ke seluruh penyuluh agama untuk disampaikan ke masyarakat.

Bahkan kepada seluruh penyuluh agama. Bukan sebaiknya, malah saya katakan tahun baru kali ini diisi dengan zikir dan tidak boleh ada bunyi-bunyi petasan serta musik-musik,” ltambahnya.

Imbauan serupa, kata dia, juga diberikan kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota di Banten dan lembaga vertikal. Bazari berharap imbauan itu bisa ditindaklanjuti melalui surat edaran agar seluruh apartur pemerintah daerah untuk menjalankannya.

Sudah saya sampaikan ke pemerintah daerah juga. Tentu nanti pemerintah daerah yang akan menindaklanjuti dalam bentuk-bentuk surat resmi,” ungkapnya.

Senada diungkapkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten AM Romly. Pihaknya mengimbau masyarakat tak membiasakan diri untuk merayakan malam pergantian tahun. Tidak menyikapinya secara berlebihan.

Tahun baru ini sudah menjadi kebiasaan, sudah dianggap biasa saja. Jangan dianggap, disikapi atau disambut secara berlebihan. Apalagi disambut suka cita dengan hura-hura, disikapi yang bersifat mubazir, maksiat dan sebagainya,” paparnya.

Dia meminta, malam pergantian tahun sebaiknya diisi oleh kegiatan instrospeksi diri dan melakukan hal yang baik. Tak melakukan perayaan malam pergantian tahun juga dimaksudkan untuk mengormati mereka yang menjadi korban bencana tsunami Selat Sunda.

Jadi malam tahun baru ini malam instrospeksi, melakukan banyak zikir apalagi sudah ditegur oleh Allah. Mungkin kita banyak lupa, makannya sekarang disikapi dengan mendekatkan diri dengan Allah. Jangan buang-buang uang, mubazir,” ujarnya.

Selain imabauan soal malam pergantian tahun, MUI juga tak bosan mengingatkan untuk terus merekatkan tali silaturahmi. Sangat tak diharapkan hanya gara-gara pemilu persaudaraan menjadi rengang atau bahkan terputus.

Terpenting itu upaya terus memelihara silaturahmi, jangan putus silaturahmi. Jangan karena perbedaan pilihan terus kita putus. Apalagi sampai mencaci maki. Jangan sampai saling membenci dan menyakiti hati,” harap Romly.

(Ade Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *