Kejati Selidiki Kredit Investasi Bank Banten Terhadap PT HMN

SERANG | DINAMIKA BANTEN – Jajaran Direksi Bank Banten diduga melanggar hukum Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) berupa penyimpangan dalam pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI) terhadap PT Harum Makmur Nusantara (HMN) tahun 2017, sebesar Rp65 Miliar, dan berpotensi terjadi kerugian negara. Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten.

Informasi yang didapat, pihak Ketaji Banten telah melakukan pemanggilang terhadap jajaran direksi yang saat itu menjabat., dan pemeriksaan sejumlah dokumen penting lainnya pada 06 Juni 2022 lalu.

Diketahui, persoalan tersebut dilaporkan kepada pihak Kejaksaan, karena besar dugaan jika PT HMN memberikan jaminan aset fiktif dan Surat Perintah Kerja (SPK) Proyek fiktif, untuk mengajukan pinjaman dana sebesar Rp65 Miliar. Dalam prosesnya, pencairan tersebut bahkan diduga kuat melibatkan internal direksi Bank Banten.

Setelah mendapat pencairan, dana tersebut kemungkinan besar tidak digunakan untuk pembiayaan proyek, sehingga perusahaan tidak mampu embayar cicilan pinjaman kepada Bank Banten, dan menjadi kredit macet.

Namun, hingga saat ini baik pihak Kejati Banten maupun direksi Bank Banten, belum dapat memberikan komentar apapun mengenai persoalan tersebut.

Kasie Penkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, Ivan Siahaan mengatakan, saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Namun pihaknya tidak dapat menjelaskan karena hal itu termasuk informasi publik yang dikecualikan dan menyangkut perbankan, maka perlu kehati-hatian karena berkaitan dengan trust terhadap perbankan.

“Tahap penyelidikan,” ujarnya singkat melalui pesan whatsap. (Dnr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *