Kejari Lebak Tahan Dua Tersangka Korupsi Bibit Kakao

DBC I Lebak- K dan IEK dua tersangka kasus pidana korupsi budidaya bibit kakao tahun 2016 digiring petugas Kejaksaan negeri Lebak untuk mengikuti tes kesehatan di RSUD dr. Adjidarmo sebelum dilakukan penahanan di Rutan Rangkasbitung, Senin(22/10/2018).

Mantan Kadis dan bendahara Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) digelandang petugas pukul 13.00 WIB menggunakan satu unit mobil avanza silver dengan pendampingan pengacara.

K yang saat ini sudah pensiun dan IEK salah satu ASN di OPD Kabupaten Lebak ini diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dimana timbul kerugian negara sebesar Rp. 700 juta dari anggaran APBD Lebak dan APBN.

“Ya kita periksa kesehatan dulu baru ditahan,”kata Dodi Wiraatmadja Kasie Pidsus Kejari Lebak singkat.

Pengacara K dan IEK, Acep Saepudin kepada wartawan mengaku sejauh ini dua klien nya sudah bersikap kooperatif dan mengikuti proses hukum yang berlaku.

“hari ini sebenarnya kita sudah minta izin untuk cek kesehatan di Dokter spesialis Penyakit Dalam, kita minta penahanan ditunda minggu depan,”katanya.

Acep menjelaskan saat ini dua kliennya hanya megikuti pemeriksaan fisik saja , dimana satu hari sebelumnya sudah melakukan cek kesehatan di Rumah Sakit misi yang selanjutnya harus dirujuk ke dokter spesialis dalam.

” Kami minta keadilan, kami minta semua yg terima aliran dana supaya di proses hukum,”ucapnya. (fahdi / ade gunawan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *