Kejar Adiwiyata, SMA Negeri 1 Kota Cilegon Benahi Lingkungan Sekolah

SERANG I DINAMIKABANTEN.CO.ID — Sukses di tingkat kota tidak membuat SMA Negeri 1 Kota Cilegon berpuas diri. Justru sekolah yang dipimpin Endang Suhendar ini terus berbenah menuju sekolah adiwiyata untuk tingkat Provinsi Banten.

“Menjadi SMA adiwiyata tingkat provinsi adalah program prioritas kami untuk tahun 2021. Oleh sebab itu saat ini kami tengah fokus melakukan pembenahan sekolah secara menyeluruh, seperti pada aspek sarana prasarana dan penataan kawasan dengan konsep pendidikan berbudaya lingkungan hidup atau green school,” kata Kepala SMA Negeri 1 Kota Cilegon, Endang Suhendar saat ditemui Tangerang Raya di Cilegon, Kemarin.

Sebenernya, kata Endang, penerapan sekolah adiwiyata merupakan salah satu program perlombaan yang biasa dilakukan pemerintah dalam setiap tahunnya. Namun disamping meraih prestasi, menjadi sekolah adiwiyata juga memiliki tujuan, fungsi dan manfaat yang jauh lebih berharga bagi warga sekolah.

“Ini adalah program yang menuntut seluruh para pelajar bisa ikut terlibat ke dalam semua aktivitas persekolahan, yang terutama yaitu untuk mencapai lingkungan yang bersih dan sehat. Para siswa juga dituntut untuk menghindari segala macam bentuk aktifitas yang berdampak negatif bagi lingkungan,” jelasnya Endang.

Secara umum, Endang menuturkan bahwa tujuan dari sekolah adiwiyata adalah untuk dapat mewujudkan masyarakat sekolah mengenai peduli dan budaya didalam lingkungan dan mampu menciptakan kondisi yang lebih baik lagi khususnya di lingkungan sekolah. Dan secara tidak langsung para pelajar dan warga sekolah jadi bisa belajar lebih banyak mengenai pelestarian lingkungan hidup yang baik. Dan berpartisipasi dalam program pemerintah untuk menjaga lingkungan untuk kepentingan bersama khususnya kepada generasi yang akan datang.

“Selain sekolah menjadi terlihat lebih bersih, sehat dan asri, melalui adiwiyata para pelajar juga jadi lebih paham dalam menjaga kelestarian lingkungan,” kata Kepsek yang telah malang melintang ke beberapa sekolah ini.

Memiliki komitmen dalam menjalankan sekolah berbasis lingkungan hidup membuat sekolah yang berjumlah 1.100 siswa ini mendapat apresiasi dari perusahaan sekitar. “Iya kemarin perusahaan Chandra Asri memberikan bantuan keuangan sebesar Rp 20 juta kepada empat sekolah. Dua itu MTs di Kabupaten Serang. Dan dua di Kota Cilegon yaitu kita SMAN 1 dan satu lagi SMAN 5. Bantuan itu merupakan bentuk apresiasi terhadap sekolah yang memiliki kepedulian pada program lingkungan hidup,” katanya.

Kepsek juga mengaku selama Pandemi Covid-9 dengan kebijakan PSBB aktivitas pembelajaran masih daring dan belum ada kegiatan siswa yang signifikan maka pihaknya akan menggeser penggunaan anggaran yang mendukung pada program adiwiyata. “Meski Pandemi Covid-19, kalau program adiwiyata kan tetap jalan terus. Karena yang kita benahi ini lingkungan sekolah agar terlihat lebih asri, sehat dan nyaman,” tukasnya.

Genjot Prestasi Saat Tatap Muka

Pembelajaran daring dengan mengandalkan smartphone semakin lama membuat siswa merasa jenuh. Al hasil, pihaknya mengaku terus didesak orang tua siswa agar segera menggelar sekolah tatap muka. “Tapi untuk sekarang ini kan tidak mungkin. Selain karena kebijakan PSBB yang diperpanjang oleh Gubernur Banten, faktor kesehatan dan keselamatan siswa jauh lebih penting,” ucapnya.

Padahal sebelumnya sempat ada wacana pada awal tahun 2021 ini sekolah akan mulai tatap muka, namun akibat perkembangan penyebaran Corona yang kian meningkat akhirnya pemerintah daerah kembali menetapkan PSBB.

“Pada akhir tahun 2020 kemarin sempat muncul SKB 3 menteri yang memperbolehkan sekolah tatap muka. Dengan kebijakan itu kita kebut persiapannya, seperti menyediakan tempat cuci tangan di setiap ruang kelas, menyediakan thermo gun, menyediakan sekaligus melakukan penyemprotan disinfektan ke setiap ruangan, menyiapkan pola pengaturan siswa agar tetap menjaga jarak dan mensosialisasikan kepada siswa agar selalu memakai masker selama di sekolah. Setelah semua siap, tiba-tiba muncul lagi penetapan PSBB. Allahu Akbar, akhirnya kita kembali sekolah daring,” ungkap Kepsek murah senyum ini.

Dengan telah hadirnya vaksin Covid-19, kata Endang, ia berharap pada Februari aktivitas sekolah bisa dilakukan dengan tatap muka. “Meskipun tatap muka, tentu tetap menjalankan protokol kesehatan. Pada momentum sekolah tatap muka itulah kita akan genjot prestasi siswa agar nama sekolah kembali menggeliat” tandas Ketua MKKS SMA Provinsi Banten ini. (adg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *