Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, Polda Banten Diminta Usut Keterlibatan Pihak Lain

PANDEGLANG | DINAMIKA BANTEN –Perkumpulan Basar Solidaritas Rakyat (PBSR) mendesak kepada pihak Subdit 4 Tipidter Polda Banten agar segera mendalami kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi Jenis Bio Solar yang terjadi di Desa Kertamukti Kecamatan Sumur hingga terjadi penangkapan kepada AP di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Cibaliung, Pandeglang, Banten.

Menurut Ketua PBSR, Sanan, menduga kuat adanya keterlibatan para pihak dalam hal Penyalahgunaan BBM jenis Solar Subsidi tersebut diantaranya, Manager, Ceker (pengawas), dan Operator SPBU Cibaliung. Sebab kata dia, modus operandi penyalahgunaan BBM Solar Subsidi tersebut dijual ke tempat-tempat Industri.

” Dalam Press Confren Pers di Polda bahwa AP bukan Petani dan bukan Nelayan, akan tetapi mendapatkan kebutuhan Solar Subsidi sebanyak 1500 per Minggu. Parahnya lagi kegiatan jual beli itu sudah dilakukan sejak dua bulan lalu dengan harga penjualan 8ribu perliter ke tempat Industri,” ucap dia.

Dengan begitu, dirinya menduga kegiatan Penyalahgunaan BBM jenis Solar Subsidi hingga ditemukan kurang lebih sebanyak 4840 liter Bio Solar di kediaman AP di Desa Kertamukti Kecamatan Sumur tersebut diduga kuat dilakukan sejak harga Rp. 5.150 perliter sebelum mengalami kenaikan menjadi Rp. 6.800 perliter pada 3 September 2022 kemarin.

” Kalau saya memprediksi bahwa apabila pelayanan itu disesuaikan berdasarkan surat rekomendasi yang ada dari 1 surat rekomendasi nelayan dan 3 surat rekomendasi petani (4 kartu) selama satu minggu tidak mungkin mencapai sebanyak itu, ditaksir maksimal 2ribu liter per minggunya. Terkecuali memang ada kesepakatan busuk antara Manager SPBU dengan AP,” terangnya kepada awak media, Rabu (14/9)

Oleh sebab itu, dia berharap kepada pihak Subdit 4 Tipidter Polda Banten untuk mengusut tuntas kasus ini.

” Selain 2 DPO, saya juga berharap kasus ini diungkap lebih dalam siapa aja yang terlibat, mulai dari Manager, Ceker, dan Operator SPBU Cibaliung, karena dapat diindikasikan para operator dapat jatah perliter atau perjeriken dari para pengusaha Solar Subsidi tersebut,” tandasnya.

Hingga berita ini ditulis Manager SPBU Cibaliung Wawan, masih bungkam meski berulang kali dihubungi melalui telepon selulernya, bahkan ketika di Chat What’s App tidak pernah ada balasan kepada wartawan yang bertanya. (Hadi/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *