Kasubag Keuangan dan BMN Kemenag Prioritaskan Serapan Anggaran

Serang I DBC — Serapan anggaran merupakan salah satu indikator penting dalam memberikan penilaian terhadap kinerja sebuah instansi pemerintah baik pusat maupun daerah.

Jika serapannya rendah itu artinya para pegawai tidak mampu menjalankan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi)-nya dengan baik. Namun jika serapannya bagus bahkan sesuai dengan target maka pimpinan dipastikan akan memberikan reward dan apresiasi.

Fakta itulah yang membuat Mohammad Apipi, Kasubag Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) selalu termotivasi memberikan percepatan layanan administasi keuangan untuk membantu bidang teknis dalam merealisasikan berbagai program kerjanya.

“Jadi sebisa mungkin teman-teman bidang yang mengajukan pencairan untuk program dan kegiatan kita bantu agar proses administrasi keuangannya berjalan lancar,” kata Mohammad Apipi saat berbincang bersama wartawan dinamikabanten.co.id di ruang kerjanya, Selasa (17/3).

Aap sapaan akrab Mohammad Apipi mengaku akan mengkooridinasikan kepada para pimpinannya jika dalam perjalanan tahun anggaran ini ditemukan bidang teknis yang lambat melakukan penyerapan anggaran. Hal itu, kata dia, demi kebaikan bersama agar Kanwil Kemenag Provinsi Banten memperoleh penilaian yang baik dari Irjen dan BPKP RI.

“Tapi alhamdulillah sampai saat ini kami belum menemukan kendala. Semua bidang justru berlomba-lomba melakukan pengajuan untuk realisasi program kerjanya,” ucap pria murah senyum dan berkepala pelontos ini.

Disinggung target serapan anggaran untuk triwulan pertama, Aap enggan sesumbar mengingat belum banyak kegiatan yang dilaksanakan. “Anggarannya kan baru berjalan, jadi kalau untuk triwulan pertama ini serapan 15 sampai 20 persen saja sudah bagus,” tukasnya.

Aap sendiri belum lama menjabat sebagai Kasubag Keuangan dan BMN karena sebelumnya ia menjabat Kasubag Umum. “Saya dimutasi kesini sekitar akhir Januari lalu. Sekaligus mengisi SOTK yang baru. Karena disini sebelum Subag Keuangan dan BMN, nomenklaturnya Subag Perencanaan dan Keuangan. Sekarang Subbag Perencangan terpisah. Sementara yang dulu bekas saya Subag Umum dan BMN berubah menjadi Subag Umum dan Inmas. Jadi urusan kehumasan sekarang satu pintu di umum,” beber pria yang mengaku gemar berbagai cabang berolahraga.

Penulis : Hasuri Abdul Hamid
Editor : Ade Gunawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *