Kado HUT Ke-18 Provinsi Banten, Siswa Disabilitas Kembali Sabet Prestasi Tingkat Nasional

DBC I Serang – Provinsi Banten kembali mendapat mendapat kado istimewa dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui Pendidikan Bidang Pendidikan Khusus dalan Festival Inovasi dan Kewirausaan Siswa Tingkat Nasional ( FIKSI 2018), yang diselenggarakan pada tanggal 6 s.d 9 Oktober 2018 di Kota Semarang Jawa Tengah.

Dalam Festival tersebut dilombakan 3 ( tiga ) kategori yakni Unjuk Gelar Siswa dengan Juara I diraih oleh siswa disambilitas asal Banten, Juara II Provinsi Gorontalo dan juara Juara III Jawa Barat.

Selanjutnya untuk kategori lomba Stand, Banten juga kembali meraih Juara I diikuti Jabar dan Yogyakarta sebaga juara ke dua dan ke tiga. Sementara untuk lomba Revitalisasi mampu bertengker sebagai juara harapa dua.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, H. Engkos Kosasih Samanhudi menjelaskan, Siswa Berkebutuhan Khusus (ABK) atau kita sebut juga sebagai kaum Disabilitas memiliki hak yang sama dengan siswa – siswa pada umumnya di Banten bahkan di wilayah Republik Indonesia dalam mendapatkan hak pelayanan pendidikan.

Dalam bidang pendidikan misalnya, kata Engkos, mereka juga mendapatkan pelayanan yang setara dengan warga lainnya untuk bersekolah dan mengenyam pendidikan agar kemampuan mereka dapat berkembang secara optimal sehingga mereka dapat mandiri tidak menggantungkan hidupnya pada orang lain.

Hal ini, imbuh Engkos, juga sesuai dengan Visi Misi Bapak Gubernur Banten tentang memajukan Dunia Pendidikan di Provinsi Banten melalui Pendidikan Gratis. Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas pendidikan dan Kebudayaan terus mendorong dan mengembangkan Sekolah Khusus baik yang berstatus negeri maupun swasta.

Menurutnya, prestasi-prestasi yang telah diraih oleh siswa berkebutuhan khusus Provinsi Banten merupakan bukti bahwa Pengelolaan dan Layanan Pendidikan bagi siswa disabilitas tidak kalah dibanding dengan Provinsi lain.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten, E. Kosasih Samanhudi memberikan penghargaan

Sebagai bentuk apresiasi, Engkos juga memeberikan penghargaan pada rombongan Atlet Guru dan Siswa Berkebutuhan Khusus pada Lomba Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) yang sudah menorehkan prestasi sebagai juara umum Tingkat Nasional pada Senin (15/10) di ruang kerja Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Banten.

“Ini juga sebagai langkah yang bisa kita lakukan dalam upaya lebih mendorong pengembangan sekolah khusus (SKh) di Provinsi Banten,” ucapnya.

Sementara itu, dihadapan para pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Bidang Pendikan Khusus. Kabid, SMA, Kabid SMK, Kabid Ketenagaan, Kasi Kesiswaan Bidang Pendidikan Khsusus, Kasi Kurikulum Pendidikan Khsusus, Pengawas dan Ketua FKKS SKh Provisnsi Banten, E. Kosasih menyampaikan 4 ( Empat ) program untuk pengembangan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khsusus atau kaum disabilitas dan sekolah khusus.

Pembuatan Kurikulum Muatan Lokal (MULOK)

Menurutnya pembuatan kurikulum muatan lokal (Mulok) di Sekolah Khusus, tujuannya adalah untuk menggali potensi-potensi lokal yang bisa dikembangkan anak berkebutuhan khusus di sekolah khusus.

Melengkapi Sarana dan Prasarana Pendidikan

Dikatakan, Pemerintah Provinsi Banten terus mendorong pengembangan dan pembangunan dalam rangka melengkapai sarana prasarana pendidikan bagi Sekolah Khusus agar Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sekolah Khusus dapat terpenuhi sehingga pelayanan pendidikan khusus bagi siswa dan siswi berkebutuhan khusus di wilayah Provinsi Banten dapat terlayani dengan optimal. Disamping itu juga pemerintah dapat bekerjasama dengan pihak swasta untuk melengkapi sarana dan prasarana pendidikan di Sekolah Khusus.

Pengembangan Bakat, Minat dan Keterampilan Siswa

Engkos menuturkan program yang tidak kalah pentingnya adalah menggali potensi siswa berkebutuhan khusus sesuai dengan bakat dan minatnya. Pengembangan Program keterampilan atau Life Skill disekolah khusus menjadi tujuan pertama dan utama.

“Hal ini akan membuat siswa berkebutuhan khusus bisa bersaing dalam dunia kerja maupun dalam dunia usaha. Dengan keterampilan yang unggul siswa berkebutuhan khusus akan sangat diperhitungkan di Provinsi Banten, Banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan di sekolah khusus seperti Keterampilan tatabusana, tataboga, otomotif, kecantikan, membatik, kriya kayu, hantaran merangkai bunga, dan lain-lain” ujarnya.

Dua siswa disabilitas berprestasi berfoto bersama Kepala Dindikbud Banten usai menerima penghargaan

Kedepan kata Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayan ini, Provinsi Banten melalui Pemerintah Pusat harus berani mengusulkan untuk menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Lomba Keterampilan Siswa berkebutuhan Khusus Tingkat nasional atau juga Festival Kewirausahaan siswa Indonesia Tingkat Nasional. Dengan Penyelenggaraan even ini akan menjadi motivasi atau spirit bagi siswa berkebutuhan khusus di Provinsi Banten untuk lebih mengembangkan bakat dan kemampuannya.

Peningkatan Kompetensi Dan Kualitas Guru dan Tenaga Pendidikan

Upaya Peningkatan kompetensi siswa berkebutuhan khusus juga, sambungnya, salah satunya adalah perlu dilaksanakan program peningkatan kompetensi dan kualitas guru dan tenaga kependidikan (GTK) artinya bagi guru pendidikan khusus yang belum S1 perlu didorong untuk mengenyam pendidikan tinggi tersebut sedangkan bagi guru pendidikan khusus yang sudah S1 terus meningkatkan kompetensinya melalui Diklat, Workshop, Bimtek dan kegiatan lainnya yang diselenggarakan melalui Kelompok Kerja Guru (KKG).

Penataan Lingkungan Sekolah menuju SMART SCHOOL

Kepala Dinas pendidikan dan Kebudayan menagatakan bahwa untuk menunjang
Penataan lingkungan sekolah seperti menjaga kebersihan, keindahan, ketertiban, keamanan, kenyammanan sekolah juga menjadi hal yang turut menentukan terhadap keberhasilan dalam meningkatkan mutu dan layanan pendidikan khusus, sebab dengan kondisi sekolah yang tertata dengan baik juga akan berdampak terhadap nurani dan semangat belajar siswaanak, Ucapnya.

Hal senada juga dikatakan Arkani, Kepala Bidang Pendidikan Khusus, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten. Menurutnya dengan besarnya perhatian Pemerintah Provinsi Banten terhadap siswa berkebutuhan khusus yang bersekolah di Sekolah Khusus, dapat dibuktikan dengan banyaknya sekolah khusus yang menorehkan prestasinya di tingkat Nasional seperti sebagai juara umum Litersi Tingkat Nasional pada 2017, Juara Umum Tingkat Nasional Festival Kewirausahaan Siswa Indonesia, Juara Lomba Keterampilan Siswa ABK bidang tata boga dan kecantikan, Juara FLS2N bidang menyanyi dan yang lainnya.

“Besar harapan kami kedepan manajemen SKh Provinsi Banten mengacu pada SMART SCHOOL dengan acuan dasar Prestatif dan Karakter Akhlakul Karimah tandas Arkani pada akhir sambutannya,” harapnya. (ade gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *