Kades Sawarna Timur Somasi Perusahaan Tambang Pasir Kuarsa

Lebak I Dinamika Banten — Pemerintah Desa Sawarna Timur, Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak melayangkan surat somasi kepada dua perusahaan tambang pasir kuarsa. Somasi dilakukan, lantaran penambangan yang dilakukan perusahaan tersebut telah memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan warga sekitar.

” Akibat adanya penambangan pasir kwarsa di blok Cimanggu Desa Lebak Tipar, Kecamatan Cilograng, Kab. Lebak Banten, Pemerintahan Desa Sawarna Timur, Kec. Bayah layangkan Durat Somasi kepada dua Perusahaan tambang pasir kuarsa yang menimbulkan dampak negatif, dengan rusaknya hutan dan dengan dipakainya kali Cimanggu untuk cucian pasir kwarsa oleh perusahaan pasir kwarsa tersebut,” kata Sanusi Kepala Desa Sawarna Timur kepada awak media, Minggu (31/10/2021).

Padahal, kata dia, kali Cimanggu tersebut adalah sumber air bersih yang digunakan oleh warga Desa Sawarna Timur, sekitar 200 kepala keluarga.

Menurut Sanusi, air kali Cimanggu tersebut di gunakan oleh warganya sekitar 200 rumah untuk kebutuhan 3 M, melalui saluran SR water meter kerumah rumah warga. Memang, sambunghya, lokasi tambang pasir kuarsa tersebut masuk ke Desa Lebak Tipar, Kec. Cilograng, tapi dampaknya ke masyarakat Desa Sawarna Timur, Kec. Bayah.

Masih kata Sanusi, pihaknya telah melayang surat Somasi dan Pentupan, namun pihak perusahaan belum melakukan pemulihan dampak tersebut.

“Dua perusahaan tersebut yaitu, PT Titian Indonesia Timur dan PT Tradeindo Nusa Damai, di duga 2 perusahaan tersebut belum memiliki ijin,” ungkap Sanusi. (Didin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *