Ironi Pelaku Usaha di Kota Serang, Berjualan Bukan Meraup Untung Tapi Malah Nambahin Hutang

SERANG I DINAMIKABANTEN.CO.ID — Bencana wabah Covid-19 di Indonesia yang belum mereda benar-benar memukul para pedagang dan pelaku usaha kecil di Kota Serang.

Pantauan dinamikabanten.co.id pada pedagang di Pasar Induk Rau (PIR) dan sejumlah toko kuliner di Kota Serang nyaris semuanya mengaku mengalami penurunan omset yang cukup signifikan.

Medi (40) dan Deli (44) misalnya. Kedua pria yang berjualan ayam potong ini mengaku hanya bisa pasrah dan tidak dapat berbuat apa-apa saat jualannya semakin hari semakin sepi dari pembeli.

Mereka mengaku bahwa situasi sulit ini mulai dirasakan saat musim Virus Corona. Kemudian diperparah dengan kebijakan PSBB oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

“Parah pak, sudah harga ayam naik. Sekarang beli hidupnya saja mencapai 29rb/kg, jual ke konsumen kisaran 33rb sampai 35rb bersih. Kalau banyak yang beli sih gak apa apa, ini mah dagang malah nambahin utang aja,” keluh Deli yang diamini kawannya Medi.

Padahal, mereka mengaku telah bejualan ayam potong sudah mencapai 20 tahun. Namun selama dua dekade itu, tahun 2020 ini adalah tahun terparah, dimana omzet-nya menurun tajam.

Kondisi yang sama juga dialami Jali, pegangang kuliner SOP Kambing di kawasan Jl Cinanggung ini mengaku biasanya didampingi seorang asisten saat berjualan. Namun karena sepinya pembeli, Jali terpaksa harus merumahkan karyawannya tersebut.

Situasi yang sama pun dialamai sejumlah pengusaha tahu di Kawasan Lopang, Kota Serang. Saat ini mereka tidak lagi memikirkan soal nominal keuntungan, pasalnya dengan usahanya masih eksis dan bisa bertahan untuk menghidupi anak istri saja sudah sangat bersyukur.

Terlebih, katanya, saat ini harga kedelai terus mengalami peningkatan pada kisaran Rp 8.200/kg.

Dan ironisnya hampir semua pelaku usaha yang ditemui mengaku belum pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah.
Mereka hanya berharap kondisi ekonomi kembali pulih agar roda perekonomian pelaku usaha kembali membaik. (Hendris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *