Ini Penjelasan Pemilik Majalah ‘Jurnal Wicaksana’ Yang Diprotes Istana Negara

DBC I Jakarta – Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden membuat rilis klarifikasi terkait salah satu majalah yang mengklaim dan mencantumkan nama-nama petinggi lembaga negara dalam struktur keredaksiannya, Kamis (24/1/2019) di Jakarta.

Dalam rilis tersebut dengan gamlang ditegaskan bahwa majalah Jurnal Wicaksana adalah bukan Media Istana.

Mendapat protes dari Istana Negara jajaran Majalah Jurnal Wicaksana (JW) langsung menggelar rapat redaksi dan mengambil sikap. Mereka mengakui bahwa rilis resmi tersebut sebagai teguran dari sisi media.

Pimpinan Umum/Penangung Jawab Majalah JW, Alih Budi Kristianto menjelaskan bahwa terkait hal tersebut, kami secara kelembagaan menyatakan bahwa Majalah Jurnal Wicaksana adalah Produk Pers yang dibuat oleh Lembaga Perkumpulan Jurnal Wicaksana Media Istana Kenegaraan, sesuai dengan Pengesahan Nama Lembaga berdasar Keputusan Menteri Hukum dan HAM,melalui Dirjen Administrasi Hukum Umum yakni Nomor AHU : 0009575.AH.01.07 Tahun 2018.

Surat Pengesahan Kemenkum HAM RI atas nama Manjalah Jurnal Wicaksana

“Dan secara umum, kami membuat produk Media berupa Majalah Bulanan berdasar Undang Undang Pers Tahun 1999, dan diterbitkan oleh Lembaga tersebut,” jelasnya.

Diakui, majalah JW yang terbit setiap bulan itu memang bukan produk yang diterbitkan, dibuat dan dikelola oleh Pihak Sekretariat Presiden sebagaimana tersebut dalam Rilis yang dikeluarkan oleh Bapak Bey Machmudin.

Secara mandiri, kata Alih Budi, kami menyusun dan membuat majalah Jurnal Wicaksana dengan tidak meminta ataupun mengajukan permohonan dana kepada pihak manapun.

“Kami mandiri dan mengelola majalah Jurnal Wicaksana secara swasta murni dan menyebarkan dengan pola penggantian ongkos cetak, serta tidak diperjualbelikan secara bebas,” tandasnya.

Alih Budi membeberkan bahwa dalam pencantuman nama, pihaknya menyebut Pembina Mitra, yang artinya menurut perspektif kami bahwa dalam kegiatannya kami menyampaikan produk majalah tersebut kepada pihak-pihak terkait. Pelindung kami mencantumkan Presiden Republik Indonesia yang didasarkan pada Posisi Presiden sebagai Pengayom bagi seluruh elemen bangsa di Negara ini.

“Dengan penuh kerendahan hati, kami mendasarkan pada Semangat Visi Misi kami yakni menjaga kerukunan nasonal, sehingga kami mencantumkan nama nama jabatan baik Menkopolhukam, Kepala Staf Presiden, Kepala sekretariat Presiden dan Kepala Biro Pers Istana , dengan maksud dan tujuan untuk menunjukkan kepada publik, bahwa Jurnal Wicaksana senantiasa melaporkan produk majalah kepada Pembina Mitra kami.
Dan berdasar himbauan rilis yang telah disampaikan kepada masyarakat tersebut dalam Rilis tanggal 24 Januari 2019 , maka secara langsung kami tidak akan lagi mencantumkan nama nama jabatan tersebut dalam struktur Majalah Jurnal Wicaksana pada edisi selanjutnya,” papar Alih Budi.

Pimpinan Umum/Penanggung jawab Majalah JW, Alih Budi Kristianto bersama Habib Ali Anggota DPD RI

Jika dengan pencantuman nama nama jabatan tersebut terjadi sikap berkeberatan, sambung Alih Budi, maka kami menyampaikan permohonan maaf seluas luasnya agar diketahui publik.
Dan kemudian berkomitmen tidak akan lagi mencantumkan nama nama jabatan tersebut termuat dalam Majalah Jurnal Wicaksana pada edisi selanjutnya.

“Baik secara lisan maupun tertulis, kami atas nama lembaga perkumpulan, juga menyampaikan permohonan maaf kepada nama nama jabatan tersebut secara tertulis yang kami kirimkan kepada Pemegang amanah jabatan tersebut,” ucapnya.

Prinsipnya, kata Alih, kami tidak berniat, bermaksud dan bertindak menggunakan nama nama jabatan tersebut untuk di salah gunakan secara negatif.
Kami berkomitmen akan terus bergerak dalam ruang lingkup etika pers dan senantiasa menjunjung tinggi misi kami untuk terus membantu kinerja Pemerintah dalam hal menjaga kerukunan nasional.

“Maka berdasar hasil Rapat Pengurus Lembaga Perkumpulan Jurnal Wicaksana Media Istana Kenegaraan pada Hari Kamis, 24 Januari 2019, menyampaikan kepada publik dan insan media di manapun berada bahwa Majalah Jurnal Wicaksana adalah produk Pers kami dan akan segera kami revisi substansi materi dan struktur organisasi yang tercantum didalam majalah tersebut,” tandasnya lagi.

(Ade Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *