Hujan Lebat di Banten Diprediksi Hingga Februari 2021

SERANG l DINAMIKABANTEN.CO.ID — Masyarakat di Banten tampaknya harus tetap waspada terhadap potensi banjir dan longsor selama dimusim penghujan ini, pasalnya curah hujan yang turun sejak November 2020 hingga saat ini diprediksi akan terus mengalami potensi peningkatan hingga Januari dan Februari tahun depan. Hal ini seperti disampaikan salah seorang Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Kelas I Serang, Widia Khairunnisa, Selasa (8/12/2020).

” Secara umum di wilayah Banten sudah masuk musim penghujan yang hampir merata di semua daerah yang memang telah memasuki awal musim hujan sejak Nopember lalu, dan diperkirakan potensi hujan lebat ini puncaknya pada Januari hingga Pebruari 2021,” kata Widia di Serang.

Untuk wilayah Serang, Pandeglang dan Rangkas Bitung, lanjut dia curah hujan dari intensitas ringan dan lebat dapat berpotensi turun hampir sepanjang hari, dari pagi hingga dini hari.

” Namun potensi hujan turun akan lebih meningkat di sore hingga dini hari. Curah hujan yang turun saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor lokal saja tetapi juga faktor global,” ujarnya.

Menurutnya untuk faktor lokal dipengaruhi antara lain seperti letak wilayah dan kontur wilayah, sedangkan untuk faktor global seperti adanya La nina dan pertumbuhan bibit siklon tropis dengan kode “96S” yang berada di Samudra Hindia sebelah selatan Banten.

” Berdasarkan analisis tanggal 5 Desember 2020 pukul 19.00 WIB, bibit siklon tersebut berada di 8.7 LS dan 105.3 BT, atau
sekitar 350 km selatan barat daya Jakarta.
Dari hasil pemodelan cuaca numerik, bibit siklon tropis “96S” diprakirakan mengalami peningkatan kecepatan angin dan berpotensi menjadi siklon tropis pada Selasa malam atau Rabu pagi dengan pergerakan ke arah Tenggara-Selatan menjauhi wilayah Indonesia,” ujar Widia.

Dijelaskannya pula bahwa bibit siklon tropis “96S” ini mengakibatkan pertumbuhan awan hujan yang signifikan di sekitar wilayah Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Masyarakat diimbau waspada karena diprakirakan daerah-daerah tersebut berpotensi terkena dampak berupa hujan lebat dan angin kencang di sebagian wilayahnya.

” BMKG terus memantau perkembangan bibit siklon “96S” ini. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat menimbulkan dampak seperti banjir, tanah longsor, dan banjir bandang,” pungkasnya. (Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *