Harga Kedelai Kian ‘Menggila’, Kopti Sentil Gubernur Banten

SERANG I DINAMIKABANTEN.CO.ID — Pekan pertama bulan Februari ini pedagang tahu dan tempe dikejutkan dengan harga kacang kedelai yang semakin ‘menggila’. Bagaimana tidak, jika biasanya hanya kisaran 6.500 – 7.000 rupiah/kg, kini harga komoditas andalan pengrajin tahu dan tempe itu telah menembus pada kisaran 9.500 – 9.900 rupiah perkilogram.

Atas kondisi tersebut, Ketua Kopti Provinsi Banten, Redi Kurniadi menyampaikan kekecewaannya pada Pemprov Banten khususnya OPD terkait yang membidangi. Padahal, Redi bersama jajaran pengurus telah melakukan segala upaya dalam menekan harga kedelai.

Namun faktanya, kata Redi, bukan mengalami penurunan tetapi malam semakin tidak terkendali seperti ini. “Lalu dimana peran Disperindag dan Satgas Pangan yang berwenang melakukan pengawasan bahkan penindakan terhadap oknum-oknum yang mengendalikan harga ini,” ucapnya.

Redi Kurniadi, Ketua Kopti Provinsi Banten

Saya rasa, kata Redi, Satgas Pangan harus segera melakukan tindakan tegas jika kedapatan ada pihak yang sengaja mempermainkan harga kedelai ini.

Pemerintah Provinsi Banten melalui Disperindag juga harus benar-benar bergerak cepat untuk membantu sekaligus mendengar keluhan pedagang tahu dan tempe ini. Mereka hanya ingin usahanya lancar, meskipun tak mendapat untung besar, namun paling tidak bisa menghidupi anak istrinya. Apalagi disaat badai Pandemi Covid-19 seperti ini. Perekonomian diseluruh sektor sedang mengalami penurunan drastis.

“Mohon maaf, Pak Gubernur Banten seharusnya sesekali bisa langsung turun ke lapangan melihat kondisi kita,” tukasnya. (Hendris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *