H. A. Baijuri : Kemenag Butuh Aparatur Berkualitas dan Berkompeten

SERANG I DBC — Sebagai sebuah institusi yang memegang peranan vital dalam mengelola urusan agama dan keagamanan di Banten, Kementerian Agama membutuhkan jajaran sumber daya aparatur yang berkualitas dan kompeten. Berbagai upaya strategis terus menerus dilakukan untuk memperbaiki kinerja dan meningkatkan kompetensi, baik hard skills maupun soft skills.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Sub Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Kementrian Agama Provinsi Banten H. A. Baijuri, S.Pd. I, M. Si kepada dinamikabanten.co.id di Kantornya, Senin (19/8).

Ia menjelaskan dalam melaksanakan tugas jabatan yang dilaksanakan seyogyanya harus mempunyai capaian kinerja supaya terarah dan terukur sehingga target yang dicapai dapat terlaksana. Dengan demikian setiap pekerjaan dapat di evaluasi dengan baik jika terdapat kendala atau hambatan dalam pelaksaaan sehingga dapat menghasilkan pekerjaan yang baik pula.

“Saya berharap semua pegawai di lingkungan Kemenag Provinsi Banten harus meningkatkan kinerja dengan profesional supaya lebih baik terutama dalam hal disiplin kerja” pintanya.

Baijuri juga mengingatkan pentingnya menegakkan lima nilai budaya kerja Kementerian Agama. “Mari kita bekerja dengan hati, tidak hanya karena melaksanakan kewajiban akan tetapi buatlah masyarakat lebih senang, layani dengan baik. Untuk memberikan pelayanan masyarakat dengan sebaik-baiknya sesuai dengan motto Kemenag  yaitu ikhlas beramal Dengan keiklasan niscaya yang berat menjadi terasa ringan, yang sulit menjadi dimudahkan”. ucapnya.

Hal itu menurut Baijuri  sebagai salah satu  langkah dalam pencapaian strategi pengembangan kompetensi dan inovasi sumberdaya aparatur menuju terciptanya ASN Kementerian Agama yang profesional khususnya di kemenag Provinsi Banten.

“Sejatinya, semua ini merupakan bagian dari semangat dalam rangka merefleksikan Hari Kemerdekaan RI ke-74. Bahwa kita dituntut untuk terus meningkatkan SDM yang unggul, kreatif dan inovatif dalam menjawab tantangan di era digitalisasi 4.0,” ungkapnya.

Sementara itu kaitan dengan soft skill, salah satunya Bajuri menekankan pada perwujudan pegawai yang berinteritas. “Meskipun soft skill memiliki banyak aspeknya, namun salah satu karakter yang paling perlu ditumbuhkembankan adalah intergitas,” katanya.

Pihaknya meninginkan aparatur yang menyatu dalam ucapan, pikiran, dan perbuatannya. Dan tiga komponen itulah disebut integritas. Integritas juga menjadi salah satu nilai-nilai di Kemenag Banten yang idealnya harus terwujud untuk sebagai berpikir, berkata, berperilaku dengan baik dan benar serta memegang teguh kode etik dan prinsip-prinsip moral. (ade gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *