Gelar HAB-73 Sederhana, Kakanwil Sampaikan Permohonan Maaf ?

DBC I Serang – Kepala Kanwil Kementrian Agama Provinsi Banten, Bazari Syam menyampaikan permohonan maaf pada sambutan Hari Amal Bahkti ke 73 di Halaman Mesjid Al Ikhlas Kanwil Kemenag Banten, Sabtu (1/5/2018).

“Sebelumnya saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada panitia Hari Amal Bhakti dan seluruh jajaran pejabat dan pegawai Kemenag se Provinsi Banten bahwa peringatan HAB ke 73 terpaksa harus kita sederhanakan dengan menggelar istigosah dan doa bersama disini,” kata Bazari Syam, Sabtu (5/1/2019).

Permohonan maaf ini mesti kita sampaikan mengingat sebelumnya kita sudah merencanakan gelaran Hari Amal Bhakti dengan berbagai rangkaian acara yang cukup meriah.

“Surat edaran juga sudah saya sebarkan ke seluruh Satker-satker dibawah Kanwil Kemenag Prov. Banten. Disana nanti ada olahraga bersama, berbagai perlombaan bahkan lomba kreasi seni dan lain sebagainya,” ungkap Bazari.

Namun rupanya Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa berkata lain, dimana pada tanggal 22 Desember 2018 lalu musibah Tsunami menerjang saudara-saudara kita, teman-teman kita dan kerabat-kerabat kita di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang dan Lampung.

“Akhirnya tepat pada 24 Desember saya kembali melayangkan surat edaran agar gelaran peringatan hari Alam Bhakti yang ke 73 ini cukup disederhanakan saja dengan melaksanakan istigosah, dzikir dan doa bersama dalam rangka turut memberikan doa kepada sauadara-saudara kita yang tertipa bencana Tsunami Selat Sunda. Semoga mereka diberikan ketabahan dan kesabaran,” jelas Bazari Syam.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Cilegon, H. Mahfudin justru mengapresiasi kegiatan Istigosah dan doa bersama ini.

Menurutnya, istiqosah adalah sebuah media utk menjatkan do’a kepada Allah SWT memohon ampun atas segala dosa, memohon keselamatan dunia dan akherat. Diisi dg dzikir, istigfar.

“Karenanya istiqosah perlu dilakukan. Dan kami sangat mengapresiasi kegiatan ini,” katanya.

Selanjutnya, tambah Mahfudin, kita harus istikomah dalam melaksanakan agama, tidak kembali kepada kemaksiatan, saling menghormati, saling menghargai dan saling tolong menolong.

“Insya Allah, Allah akan menjadi penolong kita,” tutupnya.

(Ade Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *