Pertemuan di Puncak Bogor Hanya Pembinaan Sekolah

DBC I Serang – Kabar rapat yang diduga ilegal mendapat tanggapan dari Kepala KCD Dindikbud Provinsi Banten Kab. Tangerang, Lukman. Ia mengakui adanya pertemuan yang digelar di Puncak Bogor itu, namun ia juga menegaskan bahwa rapat yang dihadiri Kepala BKD, Komarudin tersebut bukan rapat ilegal karena memang sudah direncanakan sebelumnya sebagai upaya pembinaan terhadap SMA/SMK di Kab. Tangerang.

“Iya memang pertemuan itu benar adanya. Namun perlu saya sampaikan itu bukan pertemuan ilegal karena sudah direncanakan sebelumnya,” kata Lukman kepada wartawan di Serang, Jumat (9/11).

Lukman menjelaskan bahwa kehadiran dirinya pada acara tersebut merupakan bentuk kewajiban dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala KCD. “Saya kan diundang oleh teman-teman MKKS Kab. Tangerang jadi sudah seyogyanya saya menghadirinya sekaligus membuka acara dan memberikan pembinaan terhadap SMA/SMK di Kab. Tangerang,” terangnya.

Terlebih, kata Lukman, kepala BKD Banten juga datang dan memberikan materi pada acara tersebut. “Info dari teman-teman MKKS, Kepala BKD Banten juga mau datang untuk menyampaikan materi, jelas saya harus mendampingi. Masa mau ada Kepala BKD, saya ninggalin, kan kurang etis ya,” cerita Lukman.

Ia meyakini bahwa acara tersebut merupakan kegiatan internal MKKS SMA Kab. Tangerang dan tidak melibatkan KCD atau SMA/SMK dari Kabupaten/kota lainnya.

“Dari rencana awalnya juga acara itu hanya acara internal MKKS SMA Kab. Tangerang. Makanya saya datang dan membukanya” tandasnya.

Oleh karena itu, dirinya merasa tercengang ketika acara berlangsung ada beberapa Kepala SMA dari Kota Serang dan Kepala KCD Kota Serang.

“Dalam kesempatan ini juga, perlu saya tegaskan bahwa kami (KCD dan MKKS SMA Kab. Tangerang-red) tidak pernah membuat undangan kepada KCD dan MKKS SMA dari Kab/kota lainnya.

“Jadi perlu saya luruskan soal pernyataan Pak Holil selaku Kepala KCD Kota Serang yang mengatakan bahwa kehadiran dirinya bersama beberapa Kepala SMA di Kota Serang itu berdasarkan undangan dari kami, Itu tidak benar,” pungkasnya.

Untuk meyakinkan, Lukman meminta Holil menunjukkan surat undangan darinya sebagai dasar hukum. “Gini aja, biar semuanya jelas dan terbuka, Pak Holil diminta untuk menunjukkan surat undangan dari kami,” pungkasnya.

Hal senada dikatakan Ketua MKKS Kab. Tangerang, Usep bahwa acara yang kami gelar di Puncak, Bogor itu hanya acara internal MKKS SMA Kab. Tangerang.

“Soal isu-isu yang berkembang saya tidak mau berkomentar karena memang tidak tahu menahu. Yang jelas itu acara internal kami yang sudah direncanakan sejak lama,” ucap Usep yang juga Kepala SMA Negeri 1 Kab. Tangerang.

Usep menegaskan, kegiatan tersebut juga tidak membahas terkait penyusunan laporan BOS atau RAKS sebagaiamana surat tugas yg dikeluarkan oleh Holil Badawi kepala KCD Pendidikan Kota Serang.

Kepala BKD Banten, Komaruddin mengakui menghadiri acara tersebut. Kehadirannya adalah memang diundang secara resmi oleh MKKS untuk memberikan materi terkait kepegawaian.

“Saya diundang MKKS untuk menyampaikan materi tentang jam kerja, absensi dan kenaikan pangkat. Mereka juga mengundang narasumber (lain) dari kementerian,” jawab Komarudin melalui pesan Whatsapp dengan singkat. (ade gunawan/fahdi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *