Dugaan Penipuan Berkedok Bantuan UMKM di Kecamtan Sumur

PANDEGLANG | DINAMIKA BANTEN — Puluhan masyarakat tepatnya di Kampung Cipining Desa Tunggal Jaya Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten mengeluhkan soal Bantuan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari Kementarian Parekraf RI yang tak kunjung keluar.

Pasalnya, prasyarat yang diminta oleh Oknum Koordinator program sudah dipenuhi oleh puluhan masyarakat, diantaranya, Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan uang senilai 300 ribu rupiah untuk pembuatan NPWP, NIB dan Pembukaan buku Tabungan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Dikatakan oleh seorang warga Kampung Cipining, Eman, dirinya mengaku telah memberikan uang kepada koordinator atau panitia sebanyak 20 peserta sebagai calon penerima UMKM. Sayangya hingga saat ini tidak ada bantuan apapun, parahnya lagi puluhan masyarakat juga belum memiliki NPWP dan Surat Nomor Induk Berusaha (NIB) apalagi Buku Tabungan.

“Pada awal mendaftar saya menyerahkan uang kepada Omi dan Iman (Hilman*red) sebesar 200 ribu untuk NPWP dan NIB dan 100 ribu untuk pembukaan Buku Tabungan BSI,”imbuhnya. Sabtu (18/6)

Eman juga menjelaskan, bahwa yang belum memiliki Buku Tabungan tidak hanya di Desa Tunggal Jaya, karena setahu dirinya di beberapa desa lain di Kecamatan Sumur juga sama.

“ Yang saya tahu yang belum dapat Buku tabungan itu diantaranya, Desa Tunggal Jaya, Cigorondong, dan Desa Taman Jaya,” terangnya.

Sementara, Tb. Hilman membenarkan apabila sampai hari ini puluhan masyarakat di Kecamatan Sumur belum mendapatkan Buku Tabungan BSI. Alasanya, buku tabungan tersebut masih banyak yang belum dicetak oleh pihak Bank Syariah Indonesia (BSI).

“ Sebetulnya, dari 400 peserta atau Nasabah BSI sudah terpegang 150 Buku Tabungan BSI, hanya saja belum saya serahkan lantaran belum selesai semua, dan tadi info dari petugas BSI yang belum di cetak tinggal 30 peserta lagi, nanti Senin besok saya ambil ke Bank BSI Cabang Labuan,” dalihnya.

Selanjutnya, Hilman mengungkapkan rincian prsyarat yang dihabiskan oleh peserta program tersebut senilai 270 ribu rupiah diantaranya, untuk Pembuatan Buku Tabungan BSI senilai 110 ribu rupiah dan 150 ribu rupiah untuk NPWP dan akses NIB.

“ Kalau Butab itu Rp.110 ribu, Saldo dan Materai, dan Rp.150 ribu NPWP dan NIB dibagi dua yang akses NIB serta NPWP pak Omi,” akunya.

Dia mengatakan, di Kecamatan Sumur yang tidak mendaftarkan sebagai calon penerima program UMKM hanya satu Desa yakni Desa Ujung Jaya. (Hadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *