Dua Saksi Di STPL Polres Pandeglang Sebut Tak Ada Pengeroyokan dan Penganiayaan Terhadap Wartawan di Pemdes Sobang

PANDEGLANG | DINAMIKA BANTEN — Kedua saksi mata menyatakan tegas tidak ada pengeroyokan dan penganiayaan, bahkan pihaknya juga mengaku merasa heran apabila disertakan sebagai saksi mata kejadian pengeroyokan dan penganiayaan terhadap Wartawan Rohmat di Kantor Desa Sobang oleh Ujang Tursina pada Kamis 17 Maret 2022 lalu.

Kedua saksi mata itu, Aan dan Imron mata dan sekaligus sebagai saksi di STPL (Surat Tanda Penerimaan Laporan) Polres Pandeglang, mereka secara gamblang menjelaskan kepada awak media kronologi insiden pada saat itu di Kantor Desa Sobang Kecamatan Sobang Kabupaten Pandeglang, Banten. Kamis ( 24/03).

Dikatakan Aan, pelaporan yang dilakukan Wartawan Rohmat ke Polres Pandeglang, menurut dia itu sangat tidak berdasar, sebab sangat tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi. Apalagi kata Aan, dirinya disebut dalam STPL Polres Pandeglang itu sebagai saksi dan sekaligus dia juga menolak telah mengantar ke Puskesmas Panimbang.

” Menurut saya itu sangat tidak sesuai, bahkan bagaimana bisa saya di sebutkan sebagai saksi dan sekaligus yang mengantarkan ke Puskesmas Panimbang, apabila faktanya tidak sama, saya tegaskan sekali lagi tidak ada penganiayaan dan pengeroyokan dan saya juga tidak mengantarkan pelapor ke Puskesmas Panimbang,” tegas Aan

Senada dengan yang sampaikan Imron yang kebetulan pada saat itu Imron duduk bersama Wartawan Rohmat di Kantor Desa Sobang, bahkan Imron juga mengaku satu mobil pada saat datang ke Kantor Desa Sobang. Imron juga menuturkan tidak ada pengeroyokan dan penganiayaan terhadap Wartawan Rohmat sebab dirinya pada saat itu sangat berdampingan.

” Saya tegaskan kembali bahwa insiden tersebut tidak bisa disebut sebagai pengeroyokan dan penganiayaan, sebab disitu ada orang yang kerasukan mengarah ke Wartawan Rohmat, dan rata yang hadir mencoba untuk melerai, jadi itu bukan pengeroyokan apalagi penganiayaan,” tegas kembali Imron.

Imron juga menyangkal bahwa dirinya telah mengantarkan dan mendampingi pelapor tersebut ke Puskesmas sesuai yang tertera di STPL Polres Pandeglang, sebab menurut dia dirinya turun bersama rekannya (Aan*red) di jalan. Artinya tidak mendampingi pelapor tersebut ke Puskesmas Panimbang Kecamatan Panimbang, Pandeglang, Banten.

” Intinya Kami (Imron dan Aan) tidak mengantarkan dan mendampingi pelapor ke Puskesmas Panimbang sesuai yang tertera di STPL Polres Pandeglang,” tutupnya. (Hadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *