Dua Desa di Kab. Serang Terdampak Jalan Longsor

DBC I Serang-Warga di dua Desa di Kabupaten Serang harus rela tak bisa melakukan aktifitas sebagaimana mestinya dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Itu terjadi lantaran jalan yang menjadi akses utamanya mengalami longsor, Selasa (29/01).

Ya dua desa tersebut adalah Desa Tanjung Sari dan Desa Sindang Mandi.

Pantauan Tangerang Raya di lapangan, Selasa (29/1), jalan longsor terletak di Kampung Cipanggareumean. Longsor terjadi karena saluran drainase kecil dan menyempit, membuat aliran tidak lancar dan menggenang hingga ke badan jalan yang mengakibatkan jalan menjadi longsor. Terlihat longsor tersebut nyaris memutuskan jalan yang menjadi akses utama untuk aktifitas warga.

Tidak hanya itu, tanah di daerah Kampung Cipanggareuman memang terbilang labil mengakibatkan jalan mudah longsor.

Kepala Desa Sindang Mandi, Ade mengatakan bahwa warga yang biasa beraktifitas tidak bisa melintasi menggunakan roda empat maupun roda dua karena kondisi jalan yang sangat tidak memungkinkan.

Ade mengaku siap bergotong royong membangun kembali jalan tersebut dengan warga desa Tanjung Sari yang sekarang di pimpin oleh Roni sebagai Pjs.

Ade menjelaskan mengapa warga Desa Tanjung Sari harus juga terlibat dalam pembangunannya, sebab jalan itu bukan hanya menjadi milik dan tanggungjawabnya melainkan jalur perbatasan untuk dua desa.

Untuk itu Ade mengaku ingin bekerja sama membangun jalan yang longsor agar masyarakat bisa menjalankan aktifitas seperti biasanya sehingga roda perekonomian juga kembali tumbuh.

“Sayapun sudah mempersiapkan anggaran untuk kedepan agar jalan di kampung Cipanggareuman segera diperbaiki di tahun anggaran dana desa (ADD) 2019,” Ucap Ade.

Ade bahkan mengaku sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar memperhatikan wilayahnya yang masih membutuhkan sentuhan pembangunan lebih maksimal.

(Hedi/Ade Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *