DPP Ormas BBP Apresiasi Gerak Cepat Kejati Banten Tangani Kasus Hibah Ponpes

Serang I Dinamika Banten — Dewan Pimpinan Pusat Ormas Badak Banten Perjuangan (BBP) mengapresiasi atas penetapan tersangka kasus dana hibah ponpes oleh aparat penegak hukum kejaksaan tinggi Banten.

Ketua Umum Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni menyatakan, penegakan hukum yang profesional dan prosedural tentunya akan menjadi dambaan masyarakat secara menyeluruh karena korupsi itu merupakan penyakit latin yang harus mendapatkan perhatian dan penanganan kasus dan serius. Tentunya, kata dia, setiap orang dan pihak terkait yang patut diduga ada keterlibatan seharusnya mendapatkan tempat yang sama seperti para tersangka yang telah di tetapkan berdasarkan hukum.

“Jangan ada tebang pilih dalam penanganan kasus hukum terlebih kasus dana hibah ponpes, semua pihak yang diduga terlibat harus di samakan dengan para tersangka”, ucap Eli dalam siaran pers yang diterima Dinamika Banten, Kamis (22/4/2021).

Menurut Eli Sahroni banyak pihak yang diduga terlibat dalam kasus dana hibah ponpes dan pihak forum pondok pesantren sepertinya harus bisa memberikan jalan terang terhadap penegakan hukum agar proses hukum dapat secepatnya selesai.

” Pihak forum pondok pesantren sepertinya harus banyak memberikan ruang yang cerah Kepada pihak aparat penegak hukum dalam kasus ini”, imbuh Eli Sahroni yang juga tokoh ormas asal kabupaten Lebak.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten kembali menahan dan menetapkan dua tersangka baru kasus dugaan pemotongan dana hibah Pondok Pesantren (Ponpes).

Keduanya adalah TB AS sebagai pengurus salah satu Ponpes yang menerima bantuan hibah dan AG yang berprofesi sebagai honorer di Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Banten.

Kasi Penkum Kejati Banten Ivan Hebron Siahaan membenarkan ada dua tersangka baru yang baru ditetapkan dalam kasus dugaan pemotongan dan hibah yang dialokasikan Pemprov Banten tahun 2020.

“TB. AS pengurus Ponpes dan AG honorer Kesra Provinsi Banten,” katanya saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Kamis (22/4/2021).

Sebelumnya Kejati Banten juga telah menahan ES dan menetapkan yang bersangkutan menjadi tersangka. (adg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *