Ditolak Warga, Pembangunan TPSA Bojong Menteng Mandek, Tapi…

KABUPATEN SERANG | DINAMIKA BANTEN – Pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) di Bojong Menteng, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang hingga kini belum dapat direalisasikan. Hal ini lantaran adanya penolakan dari warga sekitar.

Bupati Serang Ratu Tatu Casanah mengatakan, bahwa untuk TPSA Bojong Menteng sejauh ini memang belum dibicarakan lagi.

“Karena memang kemarin-kemarin ini kan adanya penolakan dari masyarakat sekitar,” katanya usai meresmikan rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa Negera, Serang, Selasa (4/1/2021).

Ia menuturkan, bahwa hal ini akan kembali disosialisasikan kepada masyarakat, bagaimana baiknya untuk pembangunan TPSA tersebut.

Selain itu, kata Tatu, memang di Kabupaten Serang dengan luas wilayah 29 Kecamatan, dihitung satu titik untuk pengolahan sampah tersebut akan terhitung tinggi di transportasinya.

Maka menurutnya, akan lebih efisien jika ada beberapa titik dibagi perzona.

Agar pengangkutan sampah lebih dapat berjalan maksimal dan semua bisa diangkut.

“Dan memang mudah-mudahan masyarakat dapat menerima di Bojong Menteng dan sekitarnya. Ini nanti kita bicarakan kembali bagaimana kesepakatan bersama masyarakat,” ujarnya.

Menurut Tatu, seharusnya memang di 2020 kemarin sudah menganggarkan untuk membeli 2 mesin. Tetapi gagal karena anggaran difokuskan untuk dana covid-19.

Nanti di Tahun 2023, lanjutnya, baru akan dilihat kembali anggarannya. Karena sampe Tahun 2022 ini anggaran di Kabupaten Serang sendiri belum stabil.

“Karena dari PAD juga kita belum bisa normal sepenuhnya.”

“Mudah-mudahan kondisi pandemi ini segera selesai dan anggaran PAD di 2022 pun nanti agar dapat dianggarkan kembali untuk sampah,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan TPSA merupakan PR besar yang tidak bisa dibiarkan. Masyarakat semakin banyak, dan hal ini akan membuat sampah semakin banyak pula.

Di tahun depan, kata Tatu, belanja untuk mobil pengangkutan, seperti ambrol, countener penampungan sampah akan dibelanjakan untuk beberapa Kecamatan.

Dan ditambah lagi dengan masyarakat yang mengelola mandiri sampah untuk pembuangannya. (adg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *