Distan Pandeglang Berikan Pelatihan dan Bantuan Bibit Unggul

Pandeglang I Dinamika Banten – Pelatihan atau bimbingan teknis untuk pembenihan talas beneng, talas beneng itu adalah bener dan koneng parietas unggul nasioanl asal Pandeglang yang sudah dilakukan pelepasan oleh Mentri Pertanian sejak 13 0ktober 2020.

Dikatakan Budi Januar Kepala dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Kelebihan talas beneng dengan talas lain dari sisi biaya produksi rendah karena dia bisa tumbuh cepat bagus di bawah pohon tegakan.
Lahan-lahan selama ini nyaris tidak termanfaatkan oleh tanaman lain itu bagi talas beneng merupakan lahan-lahan bagus untuk tumbuh, kemudian seluruh bagian dari talas beneng bernilai ekonomis baik dari daun ,pelepah dan umbi untuk tepung kue herbal kemudian umbinya buat pangan.

Talas beneng dapat mendorong UMKM masyarakat bisa terbedayakan dan ini sudah mulai melakukan pertanaman dari hulu kehilir hulu itu perbibitan yang dilakukan ,budidaya dan peluasan lahan .
Harapannya para petani dengan pembinaan bimbingan dari pemerintah kabupaten Pandeglang , propinsi Banten dan kementrian pertanian dari pertanaman yang ada awalnya 200 sampai sekarang udah 600 hektar mari sama-sama percepatan luas tanam karena pemasarannya pasarnya terbuka luas ,”ungkap Budi ketika ditemui di Kp Campaka RT 01 RW 07 desa saniten kecamatan Kadu hejo ,kabupaten Pandeglang 14/01/20.

Talas beneng sejak 7 tahun yang lalu sudah mengalami uji dan ada tanda daftar parietas sudah terperifikasi paritas unggul dan sudah berlabel terjamin asal-usul dan kualitas ,luas pengembangan di kabupaten Pandeglang sudah mencapai 600 hektar .

Ditambahkan Dedi Muhadi ketua kelompok tani Campaka sakti, “Untuk UMKM kita yang disebut (KWT) kelompok wanita tani dari hasil talas beneng , mulai dari budidaya sampai paska panaen ,kita sudah mencoba beberapa hasil olahan seperti bolu talas beneng ,brownies talas beneng ,nastar talas beneng,beras talas beneng ,mie beneng dan makaroni beneng kami terus berinovasi selain daripada itu buat keripik talas beneng .

Untuk sementara pemasaran masih lokal antara pemasaran dan produksi belum imbang karena produksi masih lemah karena kebutuhan bahan baku.Untuk pemasaran tidak ada kesulitan justru untuk pemasaran khususnya pemesanan sekala besar belum bisa memenuhi karena bahan baku yang belum tersedia sekala besar,”Ungkap Dedi.

Untuk pembeli ada dari provinsi Banten,Sulawesi,Jambi,Sumatera Selatan, Surabaya dan Jogja mintanya sekala besar namun sekala besar belum mampu.

Pemerintah pusat melalui kementrian pertanian dalam hal ini Balai Besar Paska Panen memberikan bantuan rumah jemur turun mesin pemerintah daerah juga sedang berjibaku akan membantu baik dari hulu maupun sampai hilir. (adg/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *