Dinsos Kota Tangerang Hadirkan TRC, Tangani Masalah Kesejahteraan Sosial

TANGERANG | DINAMIKA BANTEN — Dalam upaya menangani permasalahan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Sosial (Dinsos) telah membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) yang siap siaga selama 24 jam. Layanan ini ditujukan untuk merespons berbagai laporan masyarakat terkait orang terlantar, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), dan kelompok minoritas lainnya.

Kepala Dinsos Kota Tangerang, Mulyani, menjelaskan bahwa TRC ditugaskan untuk mengevakuasi PMKS atau PPKS berdasarkan laporan masyarakat. “Sebagian besar aduan yang kami terima adalah terkait gelandangan, lansia terlantar, dan ODGJ,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (10/7/24).

Menurut Mulyani, prosedur penanganan dimulai dengan identifikasi kondisi kesehatan orang terlantar yang ditemukan. Jika tidak memerlukan penanganan medis, mereka akan dibawa ke Rumah Singgah Dinsos.

“Namun, jika orang terlantar tersebut sakit dan membutuhkan penanganan dokter lebih lanjut, mereka akan dibawa ke RSUD Kota Tangerang untuk mendapatkan perawatan intensif,” jelasnya.

Selain itu, TRC dan tim Dinsos lainnya juga melakukan assesmen terhadap orang terlantar untuk menemukan keluarganya.

“Kami akan mencari keberadaan keluarganya, berkoordinasi dengan Dinsos di daerah asal keluarganya, hingga mengantarkan orang terlantar tersebut kembali ke keluarga mereka,” tambah Mulyani.

TRC Kota Tangerang terdiri dari 12 personel, termasuk tim medis yang sudah terlatih dan telaten dalam menghadapi berbagai permasalahan sosial. Masyarakat yang menemukan orang dengan permasalahan sosial seperti ODGJ atau terlantar dapat menghubungi call center Tangerang Reaksi Cepat di nomor 0895-6087-22422, 021-5517-339, atau Siaga 112.

“Call center ini bisa dimanfaatkan bersama untuk menjaga keamanan dan kenyamanan Kota Tangerang dari PMKS atau PPKS,” tutup Mulyani.

Sebagai informasi, beberapa kasus yang ditangani TRC Kota Tangerang termasuk orang terlantar yang dibuang oleh keluarganya. Dalam kasus ini, Dinsos Kota Tangerang akan melakukan proses mediasi. Jika mediasi tidak membuahkan hasil, langkah lain yang disiapkan adalah menempatkan orang terlantar tersebut ke rumah singgah, panti jompo, atau panti binaan lainnya. (ris/adg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *