Dinsos Banten : Korban Covid-19 Butuh Dukungan Psikososial

Serang I DBC — Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Nurhana menyebut bahwa masyarakat yang terdampak virus corona atau Covid-19 perlu mendapat penguatan psikologis melalui Layanan Dukungan Psikososial (LDP).

Pasalnya, selain bantuan sosial (bansos) sembako dan bansos tunai, LDP dibutuhkan masyarakat terdampak Covid-19

Hal tersebut karena Covid-19 tidak berdampak pada aspek sosial dan ekonomi saja, melainkan juga menyangkut aspek traumatis (psikologis).

Nirhana mengatakan, dampak psikologis dapat mengenai masyarakat level bawah dan pemilik usaha yang tiba-tiba kehilangan penghasilan dan usahanya terancam tutup.

“Perubahan yang cepat dan drastis ini mempengaruhi psikologis. Kemungkinan masyarakat akan mengalami kecemasan, ketakutan, dan kepanikan,” katanya kepada Tangerang Raya di Serang, Selasa (7/7).

Nurhana menambahkan, masalah psikologis dan emosional juga bisa muncul pada keluarga yang salah satu anggotanya terkena Covid-19. Sebab, mereka harus terpisah akibat isolasi, serta menerima stigma dan perlakuan yang mungkin tidak pantas dari lingkungan.

“Program Layanan Psikososial bisa mengurangi beban emosi individu maupun masyarakat. Hal tersebut dapat membantu kesiapan dan daya tahan masyarakat dalam situasi saat ini,” katanya.

Namun demikian keberlangsungan program sejatinya perlu ditopang dengan kesiapan anggaran. Meski LDP merupakan program sosial untuk masyarakat, Dinsos Banten mengakui tidak bisa melepas Tim LDP ke lapangan begitu saja.

“Sebetulnya pada anggaran murni 2020 terdapat anggaran untuk layanan dukungan psikososial bagi korban bencana alam. Tapi akibat wabah ini maka di lakukan refocusing anggaran oleh TAPD, hingga anggaran untuk LDP tersebut saat ini tidak tersedia,” kata Plt. Sekretaris Dinsos Provinsi Banten, Budi Darma.

Pihaknya menyatakan, jika mendapat dukungan dari pimpinan, Layanan Dukungan Psikososial untuk masyarakat yang terdampak Cobid-19 ini bisa saja akan kembali diprogramkan pada anggaran perubahan ini

“Insya Allah apabila dijinkan atau berdasarkan petunjuk dan arahan pimpinan anggaran tersebut harus diadakan kembali maka Dinas Sosial dengan Tim LDP siap untuk melakukan atau memberikan layanan dukungan psikososial bagi korban langsung wabah Covid-19. Baik itu yang berstatus Positif, ODP PDP dan korban meninggal bagi keluarganya dan OTG,” tandasnya.

Sementara itu Kasi PSKB Dinsos Banten, Irma Muliasari mengaku telah mengaktifkan peran Tim LDP dan Pelopor Perdamaian dengan memberikan pendampingaan dan dukungan psikologis pada masyarakat sejak pandemi Covid-19 berlangsung.

Hanya saja, kata Irma, pergerakan mereka pure karena unsur sosial demi kemanusiaan. Jadi mereka melakukan penyuluhan dan pendampingan psikologis hanya berdasarkan insiatif dan panggilan jiwa sosial.

“Sebentulnya dari sejak awal pademi, tim LDP sudah bergerak. Cuma memang geraknya sendiri-sendiri. Mereka hanya melaporkan setelah memberikan pendampingan,” tandasnya.

“Karena mereka relawan yaa, jadi ada atau tidak adanya anggaran, saat panggilan kemanusiaan itu datang, mereka pasti bergerak,” timpalnya.

Memang, kata Irma, untuk mendukung mobilitas mereka dilapangan seyogianya Pemerintah Daerah perlu memberikan perhatian paling tidak untuk mengganti biaya transportasi dan lain-lain.

Ia menyebut bahwa melakukan pendampingan kelapangan tanpa dukungan anggaran adalah nonsense. Pasalnya dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat perlu media yang berbeda-beda dan tidak hanya ‘ngobrol’ (berbincang-red) dan memberikan penguatan, namun harus ada dukungan dalam bentuk lain.

Hingga saat ini, pihaknya mengaku belum bisa berbuat banyak kepada tim LDP yang telah menjalankan tugas kemanusiaannya mengingat tidak ada slot anggaran untuk penangan program tersebut.

Penulis : dinamikabanten.co.id
Editor : Ade Gunawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *