Dinsos Banten Jalin Kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan

Serang I DBC – Keberadaan relawan-relawan sosial seperti Tagana di tengah masyarakat menjadi nilai tambah tersendiri. Sebab keberadaan mereka dapat menjadi ujung tombak dalam penyelesaian masalah sosial yang ada di masyarakat. Para relawan selalu hadir di tengah masyarakat yang sedang menghadapi masalah.

Bekerja di lapangan tentu memiliki resiko tersendiri. Tak terkecuali terkait dengan keselamatan kerja para relawan. Untuk itulah, Dinas Sosial Provinsi Banten berinisiatif menjalin kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan, dalam rangka memberikan jaminan sosial kepada 1.452 relawan sosial Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang bekerja di lapangan.

Kabid Linjamsos Dinsos Banten, Tajul Airifin menyebutkan pemerintah tidak bekerja sendiri untuk menyelesaikan permasalahan sosial di masyarakat. Untuk itu, apresiasi patut disampaikan kepada seluruh unsur relawan khususnya Tagana yang selama ini telah menjadi mitra bagi pemerintah.

“Meski relawan, ya tetap harus dilindungi. Dan kami harus hadir dalam memberikan jaminan sosial kepada mereka. Karena tugas di lapangan ada resiko yang harus dihadapinya,” katanya di Serang, Kamis (6/9)

Ia menambahkan, relawan-relawan ini senantiasa menjadi garda terdepan dalam penanganan masalah sosial di masyarakat. Hanya saja selama ini kesejahteraan relawan sendiri belum diperhatikan secara maksimal.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi perhatian bagi kita kedepannya. Jangan relawan terdepan hanya jika ada masalah, termasuk jika ada rejeki mereka juga bisa di depan,” ungkap Tajul Airifin.

Sementara, Kasi PSKB, Irma Muliasari menjelaskan, saat ini insentif yang diberikan bagi relawan masih sangat kecil dibanding dengan pekerjaan yang mereka lakukan. Selain itu, belum adanya perlindungan sosial juga menjadi persoalan lain yang harus dihadapi para relawan.

“Nota kesepahaman dengan BPJS Ketenagakerjaan merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada para relawan sosial di lapangan. Sehingga, mereka bisa bekerja maksimal di tengah masyarakat,” jelas Irma.

Menurut Irma, pola penjaminan melalui BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan bagian untuk memotivasi para relawan agar tetap semangat dalam menjalankan tugas-tugasnya di lapangan.

“Kejasama ini akan kita evaluasi pada akhir tahun, jika efektifitasnya memberikan pengaruh yang signifikan. Insya Allah MoU-nya akan kita lanjutkan. Bahkan bisa saja jumlah peserta relawan sosialnya akan kita tambah. Mudah-mudahan agaran juga mendukung,” tukasnya. (ade gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *