Dinkes Banten Tambah Tenaga Vaksinator

Serang I Dinamika Banten – Untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid 19 di Banten, Dinas Kesehatan setempat atas arahan dari Gubernur Banten Wahidin Halim, merekrut ratusan tenaga vaksinator dengan target sasaran 5.600 orang per hari dapat tercapai. Tujuannya agar terbentuknya hard immunity (kekebalan komunal atau kelompok) masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti menjelaskan, dengan perekrutan ratusan tenaga vaksinator dari berbagai lembaga dan OPD ( Organisasi Perangkat Daerah) ini dapat merealisasikan target 5.600 warga yang divaksin. Apalagi, pasokan dan stok vaksin cukup di Banten.

“Dengan pelibatan berbagai lembaga dan OPD menjadi tenaga vaksinator ini, kami optimistis target 5.600 warga yang divaksin setiap harinya dapat tercapai,” terang Ati.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang ini mengatakan, sesuai arahan dari Gubernur, selain pentingnya menambah tenaga vaksinator, juga penting memberikan sosialisasi kepada masyarakat pentingnya mengikuti vaksinasi Covid 19.

”Kita akan memobilisasi tenaga vaksinator ke kota/kabupaten, dan menambah tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi untuk memberikan penyuntikan vaksin dan melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan vaksinasi,” terangnya.

Menurut Ati, program vaksisnasi merupakan salah satu cara untuk bisa mengendalikan penularan Covid 19, di samping tetap melaksanakan protokol kesehatan (Prokes), seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menghindari kerumunan.

Dijelaskan, saat ini Pemprov Banten membutuhkan tenaga pelaksana vaksinasi sebanyak 760 orang yang dibagi menjadi 2 shift yang terdiri dari tenaga vaksinator sebanyak 120 orang, tenaga asisten Vaksinator sebanyak 120 orang, tenaga Screening sebanyak 120 orang dan tenaga input data picare sebanyak 400 orang.

Adapun tenaga tersebut berasal dari tenaga yang sudah dimiliki oleh Dinkes Banten saat ini sebanyak 67 orang yang terdiri dari tenaga Vaksinator sebanyak 37 orang, tenaga Input data sebanyak 30 orang. ”Tenaga input data Picare rencana akan menggunakan tenaga ASN/Non ASN yang berasal dari OPD-OPD lain yang akan ditugaskan oleh Sekda melalui BKD,” ungkapnya.

Sementara tenaga dari hasil rekruitmen yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan adalah, tenaga penugasan khusus yang akan ditugaskan untuk tim vaksinasi, dengan jumlah tenaga Kesehatan sebanyak 165 orang yang terdiri dari dokter umum sebanyak 25 Orang sebagai tenaga vaksinator, dokter gigi sebanyak 5 orang sebagai tenaga vaksinator, perawat S1 sebanyak 28 Orang sebagai tenaga vaksinator.

Selain itu, juga ada yang berasal dari perawat D3 sebanyak 25 orang sebagai tenaga vaksinator, kesling sebanyak 16 orang sebagai tenaga screening, Kesmas/Promkes sebanyak 16 orang sebagai tenaga screening dan apoteker sebanyak 50 orang sebagai tenaga screening.

”Untuk sisa kekurangannya dilakukan rekruitmen oleh BKD (Badan Kepegawaian Daerah) sebagai tenaga kesehatan kontrak yang ditugaskan sebagai tenaga pelaksana vaksinasi sebanyak 150 orang terdiri dari tenaga dokter umum sebanyak 15 Orang, tenaga Perawat sebanyak 135 orang, dengan penggajian berasal dari anggaran BTT (Belanja Tak Terduga) yang dialokasikan ke BKD menggunakan SSH (Standar Satuan Harga) yang sudah ada,” tuturnya.

Ati menjelaskan, sasaran vaksin untuk Provinsi Banten adalah sebanyak 9.229.383 orang, sementara sasaran yang sudah divaksin terbilang masih rendah. Dengan rincian, untuk vaksin dosis pertama total ada 2.403.402, dan dosis kedua total 1.227.587, sementara dosis ketiga untuk tenaga kesehatan (Nekes) sebanyak 16.323 tenaga Nakes. ”Secara persentasi yang sudah divaksin pada dosis pertama baru sebayak 26,04 persen dan dosis kedua 13,30 persen,” tukasnya.

Sementara Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan sikap dan rasa optimisme dalam menghadapi pandemi Covid-19, karena dengan sikap optimistis seluruh elemen masyarakat dan pemangku kebijakan, akan dapat melalui masa Pandemi ini.

”Saya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat dan pemangku kebijakan untuk menyukseskan vaksinasi ini dalam upaya memperkecil risiko kedaruratan,” ujar WH. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *