Dindikbud Banten Hati-hati Buka Informasi Bantuan TIK

Serang I Dinamika Banten — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten tampaknya begitu hati-hati dalam menyampaikan informasi terkait bantuan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) puluhan miliar yang bersumber dari DAK untuk SMA dan SMK di Banten.

Kepala Dindikbud Banten, Tabrani mengatakan bahwa bantuan TIK adalah bantuan dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus untuk mendukung program asesmen nasional (AN) maupun asesmen kompetensi minimal (AKM) yang dicanangkan Mendikbud Nadiem Makarim.

“Disampaing itu bantuan TIK juga sebagai upaya memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana sekolah untuk menunjang pembelajaran berbasis teknologi,” ucapnya.

Disinggung nilai bantuan, spesifikasi, sasaran sekolah serta waktu distribusi bantuan, Tabrani mengaku tak mengingatnya. “Naah kalau soal itunya saya lupa tuh. Coba hubungi PPK-nya saja ya,” sarannya.

Dalam bantuan TIK ini, Kepala Dindikbud Banten membuat kebijakan sedikit unik. Bagaimana tidak, Daiman yang sedianya sebagai Kasi Sarpras SMA malah ditunjuk PPK Bantuan TIK SMK dan Aceng sebagai Kasi Sarpras pada Bidang Pendidikan Khusus malah ditunjuk PPK Bantuan TIK SMA. Sementara Asep sebagai Kasi Sarpras SMK justru tak dilibatkan dalam kaitan ini.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Penetapan PPK itu berjalan sampai penandatanganan kontrak pada Juli lalu. Kabarnya, jika sampai tenggat 21 Juli kontrak belum juga rampung, maka dana bantuan DAK terancam hangus dan kembali ke kas negara.

Seiring berjalan waktu, Tabrani kembali mengambil kebijakan dengan mengganti PPK sesuai bidang-nya. Artinya Daiman kini menjadi PPK Bantuan TIK SMA dan Aceng sebagai PPK Bantuan TIK SMK.

“Sampai saat ini bantuan TIK belum bisa didistribusikan karena semua unit harus mendapatkan kode login dari pusat data dan informasi (Pusdatin) Kemendikbud. Jadi kita terkendala disitu, karena udah seminggu ini server Pusdatin sempat down,” buka Daiman didampingi kedua staf pelaksananya di lantai dua Gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, KP3B, Curug Kota Serang, Kamis (23/09/2021).

Untuk tujuan kehati-hatian, Damian masih enggan membeberkan bantuan tersebut secara terperinci. (Jika semua data diungkap ke publik-red) pihaknya memiliki kekhawatiran ada oknum-oknum yang menyalahgunakan pun memanfaatkan.

“Nanti sabar. Kita sedang bekerja dulu merampungkan semuanya. Kalau bantuan sudah didistribusikan dan diaudit semua data pasti akan dipublikasikan ke teman-teman media,” kata Daiman. (Ade Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *