Dindikbud Bangun Kerjasama dengan 134 Industri

SERANG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten (Dindikbud), Engkos Kosasih Samanhudi menungkapkan bahwa Dindikbud telah mulai menerapkan program pendidikan keahlian yang disesuaikan dengan kebutuhan industri yang ada di Banten.

“Setiap perusahaan akan membina minimal satu SMK. Ini merupakan tindak lanjut kerjasaman yang telah kita bangun dengan 134 perusahaan di Banten. Ruang lingkup kerjasamanya meliputi penyediaan sarana peraktek kerja industri (perakerin), penyelarasan kurikulum SMK, serta memfasilitasi magang guru di industri,” kata Engkos usai melakukan rapat kordinasi bersama sejumlah kepala SMK di Banten, Rabu (16/5).

Engkos menungkapkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menargetkan 80 persen lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) di wilayahnya dapat terserap oleh industri setempat.

Sisanya melanjutkan ke perguruan tinggi dan berwirausaha, sehingga hal ini bisa menekan angka pengangguran di Banten.

“Pada Tahun ini kami sudah menandatangani perjanjian kerjasama dengan 134 perusahaan di wilayah Banten yang siap menampung lulusan sejumlah SMK dengan berbagai program keahlian. Kami menargetkan sampai akhir tahun 2018 sebanyak 700 perusahaan.” ujarnya.

Kepala Dindikbud Banten menuturkan bahwa sejalan dengan program Gubernur Banten untuk mengurangi pengangguran, pihaknya mencanangkan program pendidikan Vokasi sesuai dengan inpres nomor 9 tahun 2016 yaitu revitalisasi sekolah menengah kejuruan dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing sumberdaya manusia Indonesia, sekolah SMK yang disesuaikan kebutuhan industri. “Jadi bagi kami, pendidikan itu tak hanya sekadar kegiatan belajar mengajar di sekolah, tapi juga berusaha agar dunia pendidikan ini dapat berkontribusi terhadap pengurangan pengangguran dan pengurangan kemiskinan yang ada di wilayah Banten. Jadi pendidikan harus berkesinambungan (sustainable),” kata Kosasih.

Dalam kesempatan itu, Engkos menyatakan bahwa untuk tahap awal pihaknya sudah membekali para siswa bidang keahliannya masing-masing sesuai jurusan yang mereka pilih. Ada yang ahli di bidang otomotif, teknik mesin, teknik informatika, pariwisata, tata boga, pertambangan atau kelautan dan lain sebagainya.

“Maka ke depan, kami hanya akan memberikan rekomendasi pendirian SMK sesuai dengan potensi kebutuhan industri. Jangan sampai nanti siswa-siswa yang lulus dari pendidikan SMK, malah jadi pengangguran karena tidak dibutuhkan oleh pasar,” tambahnya.

Dia juga menyatakan bahwa di tahun 2018 ini, Dindik Banten sudah melaksankan kerjasama dengan lembaga sertifikasi profesi dalam rangka penguatan kompetensi keahlian para siswa.

“Jadi nanti siswa tak hanya sekadar lulus ujian, tapi mereka juga harus lulus dalam sertifikasi uji kompetensi. Misalkan siswa jurusan otomotif, mereka harus mempunyai sertifikasi bidang otomotif. Begitu juga siswa yang mengambil keahlian di bidang pariwisata, mereka harus punya sertifikasi keahlian di bidang pariwisata. Jadi nanti saat siswa menyelesaikan pendidikan tidak hanya menerima ijazah tetapi juga menerima sertifikat keahlian, untuk memberikan keyakinan kepada perusahaan bahwa siswa lulusan SMK siap pakai,” kata Kosasih lebih jauh.

Dari catatan Tangerang Raya, Gubernur Banten, Wahidin Halim memang sedang serius membangun pendidikan di wilayah Banten. Karena itu Pemprov Banten menganggarkan dana yang besar bagi dunia pendidikan, bahkan anggarannya melebihi anggaran untuk pembangunan infrastruktur.

Dalam beberapa kesempatan, Wahidin Halim menyatakan anggaran pendidikan yang besar itu sengaja dipatok oleh Pemprov Banten sebesar Rp1,8 triliun (lebih tinggi dari anggaran infrastruktur Rp1,4 triliun –Red), karena sang gubernur ingin menunjukkan keseriusan pemerintah provinsi membangun pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) di Banten.

“Dengan anggaran itu, kita benahi segala yang berkaitan dengan pendidikan, termasuk membangun sumber daya manusia (SDM) baik murid maupun gurunya, supaya proses belajar mengajar bisa maksimal. Bahkan sekolah kita gratiskan,” tegasnya. (ade gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *