Dianggap Mencemari Udara, Pemkab Serang Diminta Cabut Izin PT DSI

SERANG | DINAMIKA BANTEN — Pembuangan limbah asap PT Duta Sugar Internasional (DSI) melalui cerobong, dianggap sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat karena berpotensi menjadi penyebab utama munculnya penyakit Infeksi Pernafasan Akut (ISPA) untuk warga Kabupaten Serang dan Kota Cilegon, khususnya warga Desa Argawana kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang selama ini, PPPK-RI SAT. Bela Negara dan GMAKS minta pemerintah mencabut izin dan menutup perusahaan.

Anggota PPPK-RI SAT. Bela Negara, Tri Budi mengatakan, polusi asap yang dikeluarkan perusahaan melalui cerobong asap, tentu berpotensi mencemari udara, air laut, dan lingkungan sekitar, sehingga Berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

“Sudah banyak warga menderita penyakit gangguan pernafasan (ISPA). Kami menduga kuat ini disebabkan pencemaran udara yang dilakukan limbah asap PT DSI,” ujarnya, Jumat (25/02/2022).

Dijelaskan Budi. Meski protes dan permintaan masyarakat telah dilayangkan, namun pihak perusahaan terkesan menghiraukan hal tersebut. Bahkan, saat pihaknya meminta penjelasan PT DSI melalui audiensi bersama, tetap diabaikan.

“Iyak, kami juga pernah meminta audiensi untuk meminta penjelasan persoalan ini, tapi diabaikan oleh perusahaan,” ungkapnya.

Berdasarkan sikap perusahaan yang dinilao sangat arogan karena tidak mau mendengar keluh kesan masyarakat, lanjut Budi. Pihaknya meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dapat melakukan tindakan tegas dengan mencabut izin operasional perusahaan, hingga penutupan.

“Kami menuntut Pemkab Serang bisa tegas terhadap perusahaan yang mengancam kesehatan masyarakat dengan menutup paksa operasional PT DSI,” tegasnya.

Untuk itu, Budi mengancam pihaknya bersama Gmaks akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran untuk menuntut perusahaan yang telah mencemari udara, laut, dan merugikan masyarakat.

“Jika pemintaan ini tidak juga digubris, maka dalam waktu dekat ini kami akan berunjuk rasa untuk memprotes aktivitas perusahaan,” katanya.

Sementara itu, Ketua umum Perkumpulan Gerakan Moral Anti Kriminalitas (GMAKS) Saeful Bahri membenarkan ancaman aksi tersebut. Bahkan, pihaknya tidak segan untuk menurunkan massa dengan jumlah banyak untuk menuntut tutupnya perusahaan yang diduga telah mencemari udara dan laut.

“Iya benar. Kami akan menyuarakan aspirasi dihadapan perusahaan. Tentu dengan jumlah massa yang banyak,” ujarnya. (Dinar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *