CSR Untuk Rakyat

Oleh : Dian Wahyudi, Anggota Fraksi PKS DPRD Lebak

Program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, sebagaimana kita ketahui, merupakan investasi bagi perusahaan demi pertumbuhan dan keberlanjutan perusahaan. Merupakan komitmen perusahaan untuk mendukung terciptanya pembangunan berkelanjutan. Salah satu bentuk implementasi dari konsep tata kelola perusahaan yang baik (Good Coporate Governance).

Tujuannya adalah untuk mengembangkan masyarakat yang sifatnya produktif dan melibatkan masyarakat didalam dan diluar perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung, meski perusahaan hanya memberikan kontribusi sosial yang kecil kepada masyarakat tetapi diharapkan mampu mengembangkan dan membangun masyarakat dari berbagai bidang.

Konsep CSR, jika diukur dengan menggunakan lima pilar aktivitas CSR, seharusnya : 1. Secara internal, perusahaan dituntut untuk menciptakan SDM yang andal. Secara eksternal, perusahaan dituntut untuk melakukan pemberdayaan masyarakat, biasanya melalui community development. 2. Perusahaan dituntut untuk tidak menjadi kaya sendiri sementara komunitas di lingkungannya miskin, mereka harus memberdayakan ekonomi sekitar. 3. Perusahaan dituntut untuk menjaga keharmonisan dengan masyarakat sekitarnya agar tidak menimbulkan konflik. 4. Dalam menjalankan bisnisnya, perusahaan harus menjalankan tata kelola bisnis dengan baik. 5. Perusahaan berupaya keras menjaga kelestarian lingkungan.

Sehingga diharapkan terdapat beberapa bentuk program CSR yang dapat dipilih atau dilakukan :
– Perusahaan berusaha untuk meningkatkan awareness masyarakat mengenai suatu issue tertentu, dimana issue ini tidak harus berhubungan atau berkaitan dengan lini bisnis perusahaan, dan kemudian perusahaan mengajak masyarakat untuk menyumbangkan waktu, dana atau benda mereka untuk membantu mengatasi atau mencegah permasalahan tersebut.
– Meningkatkan dan mengajak masyarakat untuk mencari tahu secara lebih mendalam mengenai suatu issue tertentu di masyarakat. Mengajak masyarakat untuk menyumbangkan uang, waktu ataupun barang milik mereka untuk membantu mengatasi dan mencegah suatu permasalahan tertentu.
– Perusahaan mengajak masyarakat untuk membeli atau menggunakan produk nya, baik itu barang atau jasa, dimana sebagian dari keuntungan yang didapat perusahaan akan didonasikan untuk membantu mengatasi atau mencegah masalah tertentu.
– Mengubah perilaku masyarakat dalam suatu issue tertentu.
– Perusahaan memberikan kontribusi/sumbangan secara langsung dalam bentuk dana, jasa atau alat kepada pihak yang membutuhkan baik itu lembaga, perorangan ataupun kelompok tertentu.
– Perusahaan mendorong atau mengajak karyawannya ikut terlibat dalam program CSR yang sedang dijalankan dengan jalan mengkontribusikan waktu dan tenaganya.

Kompas, Selasa 30 Oktober 2018 menulis, bersyukur bahwa korporasi mulai melirik dan memilih desa terkait program CSR nya. Hal ini menggembirakan, karena diharapkan ke depan, dengan dukungan program CSR, desa dapat lebih berdaya.

Dimana perusahaan dan masyarakat bersama-sama mendorong perekonomian desa secara berkelanjutan, akan menjadi pilihan strategis, dimana potensi desa dapat dikembangkan lebih baik lagi, diantaranya yang mulai dikembangkan adalah sektor pariwisata dan wirausaha.

Semisal, PT Pegadaian (persero) memilih Balai Ekonomi Desa (Balkondes) sebagai CSR, dengan berpartisipasi meningkatkan jumlah wisatawan. Balkondes berupa desa wisata diyakini dapat meningkatkan perekonomian desa.

Juga dibidik PT Bank Central Asia Tbk dalam memberdayakan masyarakat, telah ada 12 desa binaan BCA mengusung konsep ini, diantaranya di Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta, dengan melatih dan mendampingi komunitas dalam menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat desa setempat, pelatihan bagi pengelola desa wisata terutama soal perencanaan pengembangan ekonomi desa dan pelayanan untuk tamu.

Bagaimana dengan di Lebak ? Diharapkan gayung bersambut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) beserta OPD terkait dapat segera memanfaatkan peluang ini. Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Lebak No. 4 Tahun 2016 tentang Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan Perusahaan yang telah ada, dapat segera di implemementasikan maksimal.

Sejauh yang saya perhatikan, pemanfaatan CSR perusahaan di lingkungan Kabupaten Lebak ini, Pemkab masih berkutat pada sebatas “pencitraan” di kota, hal yang masih belum menukik kepada subtansi yang dibutuhkan rakyat, utamanya terkait pemberdayaan, pengembangan dan pengentasan desa tertinggal.

Semoga saya salah. Saya sangat berharap program unggulan Pemkab Lebak berjalan sesuai harapan.

Kawasan Bayah dengan Pantai Sawarnanya, Kawasan Baduy, Kasepuhan Cisungsang, Desa Wisata Warungbanten, Wewengkon Citorek, Destinasi Wisata Curug (Air Terjun) menunggu sentuhan CSR perusahaan.

Saya berharap semoga penyebab kegagalan CSR dalam meredam konflik ataupun ketegangan antara perusahaan dengan warga masyarakat sekitar perusahaan yang selama ini muncul, dimana, Program CSR yang dilaksanakan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta adanya kelemahan dalam pelaksanaan program CSR jangan sampai terjadi. Semoga.

#esensi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *