Cegah Penyebaran Covid-19, Kemenag Banten Kembali Terbitkan Edaran Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai

Serang I DBC — Kepala Kantor Wilayah (Kanw) Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Banten, H. A Bazari Syam kembali memperbarui surat edaran terkait penyesuaian sistem kerja para pegawai dalam upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Bazari Syam menyebut dasar hukum terbitnya surat edaran tersebut adalah Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE. 5 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 pada Kementerian Agama.

Ada beberapa point penting yang disampaikan Bazari Syam dalam edaran tersebut yaitu pertama ia meminta agar pegawai melaksanakan seluruh ketentuan yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 34 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 19 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara dalam Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19 di lingkungan Instansi Pemerintah; Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE. 5 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pada Kementerian Agama;
Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 36 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Ke Luar Daerah dan/atau Kegiatan Mudik bagi Aparatur Sipil Negara dalam Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19.

Kedua, kata Bazari, masa pelaksanaan tugas kedinasan dari rumah/tempat tinggal (work from home) bagi pegawai Kementerian Agama diperpanjang sampai dengan tanggal 21 April 2020 dan selanjutnya akan dilakukan evaluasi sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi. “Oleh karena itu, seluruh Pegawai di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten agar semaksimal mungkin bekerja dari rumah menyelesaikan tugas dan fungsinya masing-masing,” ucapnya.

Selanjutnya, bagi pegawai yang karena sifat pekerjaannya memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat dan mengharuskan hadir di kantor, agar pegawai tersebut hadir di kantor dengan tetap memperhatikan keselamatan dan kesehatan sesuai dengan Protokol Keselamatan dan Kesehatan Penanganan COVID-19;

Dikatakannya, untuk memantau perkembangan dan melakukan pencegahan penularan COVID-19 pada
pegawai Kementerian Agama, seluruh Pimpinan Unit/Satuan Kerja agar memperbaharui data pegawai yang terpapar dan/atau terkontaminasi positif COVID-19 ke dalam Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK) yang petunjuk pelaksanaannya telah diatur dalam Surat Edaran Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 09/SE/III/2020 tentang Panduan Teknis Pengisian Data Riwayat COVID-19 PNS Instansi Pusat dan Daerah melalui Aplikasi SAPK
BKN.

“Seluruh Pimpinan Unit/Satuan Kerja agar membuka saluran layanan secara online dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memastikan bahwa layanan kepada masyarakat tetap dapat dilaksanakan,” ucapnya lagi.

Selama pelaksanaan bekerja dari rumah/tempat tinggal (work from home), imbuh Bazari, keamanan kantor harus tetap dijaga dengan mengatur petugas keamanan sesuai dengan prosedur tetap
(protap) pengamanan instansi pemerintah serta senantiasa melaporkan hal-hal urgen yang harus diteruskan kepada pimpinan atau pihak-pihak terkait.

“Selama WFH unit/satuan kerja dihimbau memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang selama ini digunakan oleh para pegawai. Setiap pegawai juga
diharapkan dapat melakukan edukasi kepada masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya untuk terus menaati anjuran pemerintah melakukan physical distancing dan tidak meninggalkan kota dan/atau pulang kampung,” pintanya.

Ia juga menegaskan, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag tidak diizinkan bepergian ke luar daerah dan/atau kegiatan mudik dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1441 H. ataupun kegiatan mudik lainnya.

Penulis : dinamikabanten.co.id
Editor : Ade Gunawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *