Buntut Kasus Isu Mutasi Kepsek, Inspektorat : Pengancam dan Yang Diancam Diperiksa

DINAMIKABANTEN.CO.ID, SERANG — Inspektorat Provinsi Banten akan memeriksa sejumlah pejabat di Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan wilayah Serang-Cilegon, menyusul keluhan dari sejumlah kepala sekolah yang terancam dimutasi tanpa alasan yang jelas dari oknum pejabat KCD Pendidikan setempat.

“Menindak lanjuti pemberitaan dari media massa hari ini, terkait keresahan para kepala sekolah yang diancam mutasi oleh oknum pejabat di KCD Serang Cilegon, kami akan memanggil para kepala sekolah dan Kasubag TU KCD Seragon untuk diperiksa,” terang E Kusmayadi kepala Inspektorat Provinsi Banten, Rabu (15/5).

Menurut Kusmayadi, pemanggilan para pihak terkait dengan keresahan para kepala sekolah atas desas desus mutasi yang diduga ditebar oleh oknum Kasubag TU, sehingga berdampak hubungan sesama kepala sekolah tidak baik dan saling curiga.

”Besok, (hari ini Kamis,16/5), dijadwalkan pukul 09.00 WIB para pihak yang diundang untuk diperika adalah kepala KCD, Kasubag TU dan para kepala sekolah,” ungkapnya.

Kusmayadi tidak ingin berandai andai sanksi apa yang akan diberikan kepada oknum yang diduga telah mendata para kepala sekolah yang akan dimutasi dan sudah diplot penempatannya tersebut.

”Kami belum sampai kepada pemberian sanksi. Kita ingin mendengar permasalahannya saja dulu dari para pihak,” cetusnya.

Kepala KCD Pendidikan Serang-Cilegon, Ahmad Ridwan yang dikonfirmasi, mengaku siap memberikan keterangan kepada inspektorat terkait dengan pengaduan sejumlah kepala sekolah yang diterimanya atas munculnya desas dessus mutasi yang dilakukan oleh stafnya tersebut.

“Saya siap memberikan keterangam kepada inspektorat apa yang saya rasakan dan saya terima pengaduan dari para kepala sekolah atas adanya isu mutasi,” jelasnya.

Bahkan, Ridwan mengungkapkan, sebelum isu mutasi dan rotasi serta plot posisi kepala sekolah ini mencuat ke media massa, pihaknya sudah mengumpulkan kepala sekolah di SMAN 3 Kota Serang untuk tidak mempercayai isu mutasi dan rotasi tersebut. “Padahal, minggu kemarin saya sudah mengumpulkan beberapa kepala sekolah di SMAN 3 Kota Serang untuk tidak mempercayai isu mutasi dan rotasi tersebut,” ujarnya.

Sementara kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten, Komarudin yang dikonfirmasi menegaskan, pihaknya siap menjatuhkan sanksi disiplin pegawai setelah nanti adanya rekomendasi dari inspektorat yang melakukan pemeriksaan.”Kita menunggu rekomendasi dari inspektorat yang melakukan pemeriksaan terhadap oknum yang diduga membuat resah para kepala sekolah.Jika nanti terbukti oknum itu melanggar disiplin kepegawaian kami siap menjatuhkan sanksi,” tegasnya.

Menurut Komarudin, pihaknya bisa menjatuhkan sanksi setelah adanya rekomendasi dari pihak yang berwenang melakukan pemeriksaan,seperti dalam kasus ketidaknetralan PNS dalam pesta demokrasi yang membuat grup whats app mendukung salah satu calon anggota legislator.

“Seperti untuk kasus ketidak netralan pegawai dalam pesta demokrasi kemarin.Setelah adanya rekomendasi dari Bawaslu dan KASN, kami akan menjatuhkan sanksi dispilin seang kepada tiga orang ASN yang tidak netral dalam pemilu,” ungkapnya.

Ketiga orang ASN yang direkomendasikan Bawaslu dan KASN untuk dijatuhi sanksi itu adalah Fathurohman,Kasubag TU KCD Pendidikan Serang-Cilegon yang bertindak sebagai admin grup whatsapp, kepala Dinas Pertanian Agus Tauhid, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Babar Suharso.

“Ketiga oknum ASN itu akan diberikan sanksi disiplin sedang, yaitu bisa penundaan kenaikan pangkat, penundaan kenaikan gaji ,dan penurunan pangkat sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara,” terang komarudin

Sebagaimana diberitakan koran ini sebelumnya, sejumlah kepala sekolah SMK negeri di Kota Serang dan Kabupaten Serang, mengaku resah karena diancam akan dimutasi tanpa alasan yang jelas oleh Kasubag TU KCD Pendidikan Serang-Cilegon. ”Banyak kepsek yang mengadu ke saya terkait ulah Kasubag TU KCD Serang-Cilegon yang mengancam memindahkan para kepsek sepihak. Termasuk saya juga diancam dipindahkan ke SMKN 5 Kota Serang,” ujar Lilik Hidayatullah kepala SMKN 2 Kota Serang yang juga ketua MKKS SMK Provinsi Banten.

(Ade Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *