Buah Anggur Milik Beberapa Pedagang Positif Gunakan Formalin

DBC I LEBAK- Buah anggur yang diperjualbelikan beberapa pedagang di Kecamatan Warunggung, serta di Mandala, Kadu Agung, Kecamatan Cibadak, positif menggunakan formalin. Hal itu diketahui berkat kecurigaan pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta Dinas Ketahanan Pangan, sehingga pada Jumat (19/10) beberapa buah anggur milik pedagang tersebut diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) pada Dinkes Lebak, Firman Rahmatullah ketika dihubungi wartawan membenarkan bila buah anggur yang diperjualbelikan pedagang di Warunggung, serta di Kaduagung, Cibadak yang dibawa oleh pihak Disperindag, serta Dinas Ketahanan Pangan, diperiksa di Labkesda Dinkes Lebak. Dari hasil pengujiaan di Labkesda tersebut, akhirnya ditemukan bahan berbaya jenis formalin pada buah anggur tersebut.

“Setelah diketahui ada kandungan formalinnya, maka pihaknya langsung menginformasikan secara resmi kepada pihak Disperindag, serta pihak Dinas Ketahanan Pangan,”ujar Firman Rahmatullah, kemarin.

Ditemui terpisah, Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindag Lebak, Saepudin mengungakpan awal dari kecurigaan terhadap buah anggur milik beberapa pedagang di Warunggung, serta Cibadak tersebut, karena kondisinya selalu segar meski sering terkana sengatan matahari. Makanya untuk membuktikan kecurigaannya tersebut, pihaknya membeli beberapa buah anggur dipedagang didua tempat tersebut untuk diuji di Labkesda Dinkes Lebak.

“Kami sangat terkejut, ketika kecurigaan kami ternyata benar, dimana dari hasil pengujiaan di Labkesda Dinkes tersebut, menyatakan buah anggur yang kami bawa positif menggunakan formalin,”kata Saepudin.

Kepala Disperindag Lebak, Dedi Rahmat menegaskan, karena membahayakan para konsumennya, maka angggur yang diperjualbelikan para pedagangnya harus ditarik dari peredaran. Bahkan, karena dimungkinkan ada pedagang yang tidak tahu bahwa buah anggur yang dijualnya menggunakan formalin, maka masyarakat atau konsumen yang akan membelinya harus berhati-hati,serta tidak asal membelinya.

“Bagi buah anggur milik pedagang di Warunggunung maupun di Cibadak yang positif menggunakan formalin akan kami tarik dari peredaran, secepatnya. Untuk seluruh masyarakat, kami harap berhati-hati membeli anggur yang terlihat segar, meski beberapa hari terkena terik matahari,”kata Dedi Rahmat. (fahdi / ade gunawan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *