Bapenda Banten Optimalkan Pendapatan Pajak Daerah

Serang I DBC — Pemerintah Provinsi Banten berupaya mengoptimalkan pendapatan pada sektor perpajakan. Berbagai terobosan terus dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) sebagai OPD pengumpul pajak untuk meningkatkan penerimaan pajak daerah tersebut.

Kepala Bapenda Opar Sochari mengungkapkan struktur APBD Banten tahun 2020 sebesar 12,6 triliyun masih didominasi pendapatan pajak daerah sebesar 64 persen atau 7,8 triliyun sedangkan sisanya berasal dari dana perimbangan 35 persen atau 4,4 triliyun dan pendapatan daerah lain-lain yang sah (0,05 persen).

“Dari 7,8 triliyun itu berasal dari sumbangsih lima jenis pajak daerah yaitu Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 43 persen, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) 36 persen, Pajak Air Permukaan (AP) 0,5 persen, Pajak Bahan Bakar Kendaraah Bermotor (PBBKB) 11 persen dan Pajak Rokok 8 persen,” kata Opar usai membuka acara Sinergitas Pelayanan Wajib Pajak dengan “Tema Rekonsiliasi Penerimaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor” di Aula Bapenda Provinsi Banten,. Rabu (5/2/2020).

Opar mengaku optimis target pendapatan yang dibebankan pada OPD yang dipimpinnya itu akan kembali terealisasi bahkan bisa terlampaui.

“Kalau berkaca pada pengalaman di tiga tahun terakhir ini pendapatan pajak Banten selalu melampaui dari target. Dengan terus dibarengi berbagai ikhtiar dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat, saya yakin target pendapatan pajak daerah tahun 2020 ini akan kembali terlampui atau paling tidak terealisasi. Insha Allah,” ungkapnya.

Ia juga menyebut bahwa Provinsi Banten memiliki potensi pendapatan yang sangat besar jika dilihat dari jumlah kendaraan di Banten sekitar 5,2 juta kendaraan bermotor dan wajib pajak yang memiliki tunggakan mencapai 2,2 juta kendaraan bermotor.

“Dengan pendapatan dan potensi yang luar biasa besarnya itu, makanya Banten diperhitungkan dikancah nasional. Apalagi Banten juga masuk dalam deretan lima besar dengan pendapatan pajak daerah terbedar di Indonesia saat ini,” ucapnya.

“Sebagai daerah yang belum lama berdiri, tentu kita patut bangga dan bersyukur atas pencapaian ini,” katanya lagi.

Oleh karena itu, Opar mengajak kepada masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran dalam membayar pajak kendaraannya. Bapenda, kata Opar, akan terus melakukan inovasi pelayanan kepada masyarakat agar mereka semakin mudah dalam menunaikan kewajibannya sebagai wajib pajak (WP) khususnya pajak kendaraan bermotor.

Selanjutnya, Opar menyinggung pertemuan yang digelar pada saat itu adalah dalam rangka mendengar berbagai keluhan dan masukan para Wajib Pungut (Wapu) pada sektor PBBKB. “Jadi dalam rekonsiliasi itu kita hadirkan sekitar 34 perusahaan sebagai Wapu pada PBBKB. Disitu tadi ada dari Pertamina, Shell dan lain sebagainya,” kata Opar.

Dalam mewujudkan Optimalisasi pendapatan PBBKB, Opar berpesan kepada masyarakat agar mulai saat ini diusahakan membiasakan diri mengisi bahan bakar kendaraanya cukup di daerah Banten. “Jadi kalau orang Banten ya diusahakan membeli bahan bakarnya jangan diluar Provinsi Banten. Kemudian misalnya hendak ke luar daerah diisi dulu bahan bahkannya di Banten,” pintanya.

(Ade Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *