Antisipasi Corona, Disnaker Banten Himbau TKA China Periksa Kesehatan

SERANG I DBC — Tenaga kerja asing (TKA) asal China yang bekerja di sejumlah perusahaan di Provinsi Banten dihimbau untuk menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) dan Dinkes Provinsi Banten.

Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona di wilayah provinsi terujung pulau Jawa tersebut. Selain memeriksa kesehatan para TKA asal China, Disnaker Banten juga akan melakukan pendataan dan mencatat riwayat mobilitas atau pergerakan mereka dalam beberapa bulan terakhir.

Kabid Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans Banten, Ubaidillah mengatakan, pentingnya pemeriksaan kesehatan TKA asal China khususnya merupakan bentuk upaya dalam mengantisipasi merebaknya wabah virus Corona yang belakanga meresahkan masyarakat. Jika ada TKA China terindikasi terpapar virus Corona, pihaknya akan mengevakuasi tenaga kerja tersebut untuk diberikan penanganan medis.

Namun, untuk teknis penanganan medis tersebut, kata Ubaidillah, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke Dinkes Provinsi Banten atau tenaga medis terdekat. “Yang pasti harus kami tangani sesuai protap (prosedur tetap). Yang pasti dilakukan tindakan penyelamatan. Karena sakit, secara kemanusiaan tentu harus kita obati,” kata Ubaidillah di Serang, Kamis (30/1).

Ubaidillah juga mengaku telah mengerahkan pengawas ketenagakerjaan bersama petugas Dinkes untuk menyisir TKA asal China yang tersebar di sejumlah perusahaan di Banten.

Menurutnya, penyisiran TKA dilakukan untuk mengetahui tindakan dan penanganan yang telah dilaksanakan perusahaan tempat mereka bekerja terkait antisipasi penyebaran virus Corona.

Disamping itu, sambung Ubaidillah, pengawas juga dihimbau untuk melakukan sosialisasi kepada perusahaan.

“Pertama bagi TKA yg bepergian ke luar negeri dalam dua bulan terakhir untuk cek kesehatan. Kedua bagi tenaga kerja yg bepergian ke LN atau kontak dengan orang yang terduga mempunyai gejala panas, sakit tenggorokan dan sesak nafas untuk periksa kesehatan. Dan yang ketiga waspada terhadap tenaga kerja yg sakit dengan gejala demam, sakit tenggorokan dan sesak nafas,” paparnya.

Namun demikian, sampai saat sini pihaknya belum mendengar maupun mendapat laporan baik warga maupun TKA asal China yang positif terpapar virus Corona. “Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada laporan kasus. Sebab beberapa perusahaan memang sudah melakukan langkah antisipasi dan pencegahan dengan penggunaan masker,” ucapnya.

(Ade Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *