Tak Ada Intervensi Pada Seleksi Petugas Haji

SERANG I DBC — Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Machdum Bachtiar menegaskan tidak akan memberi celah sedikitpun terhadap para pihak yang akan melakukan intervensi pada seleksi penerimaan petugas haji tahun 2020 di Provinsi Banten. Ia menjamin proses rekruitmen akan berlandaskan pedoman Juklak dan Juknis serta regulasi yang ada.

Pentingnya SOP dan regulasi dijadikan landasan, kata Machdum, adalah untuk menutup ruang para peserta yang tidak lolos namun tidak merasa puas dengan melakukan gugatan atau langkah-langkah hukum lainnya. Karenanya, ia menginginkan pelaksaan seleksi dilkakukan dengan objektif dan transparan.

“Makanya di dalam Juklak disebutkan bobot nilai berdasarkan persyaratan administrasi peserta; seperti jenjang pendidikan S1, S2 dan S3, pengalaman pembimbing, pernah berhaji atau belum, dan lain sebagainya itu semua memiliki bobot penilaian berdasarkan portopolio masing-masing peserta,” beber Kabid PHU di Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (29/1).

Selain itu, lanjutnya, tahap seleksi berikutnya ada yang disebut CAT atau Computer Assisted Test. “CAT merupakan testing berbasis komputer atau dengan perangkat androit. Metode seperti ini jelas tidak bisa dibohongi karena hasilnya juga bisa langsung terlihat secara transparan,” jelasnya.

Ia berharap dengan menggunakan metode CAT dan portopolio mampu mewujudkan seleksi petugas haji yang objektif, transparan dan terhindar dari persyaratan peserta yang tidak jelas.

Selanjutnya, Machdum menerangkan tahap seleksi ketiga yaitu metode interview atau wawancara. Ditahap ini, pihaknya akan memastikan agar penguji dalam wawancara tidak dilakukan oleh orang yang memiliki hubungan emosional dengan peserta guna menghindari dugaan kolusi dan nepotisme. “Jadi misalnya kita akan hadirkan dari pusat, perguruan tinggi, akademisi atau para ahli profesional serta independen yang integritasnya teruji dan tidak saling mengenal maupun memiliki hubungan apapun dengan peserta,” tukasnya.

Walaupun demikian, meski telah melakukan segala upaya dengan maksimal, pihaknya tidak menutup ruang para pihak termasuk media masa yang akan memberikan masukan jika masih ditemukan berbagai kelemahan. “Kalau masih ditemukan hal-hal yang kurang bagus, ya kami persilakan teman media atau dari pihak manapun memberikan masukan sebagai bahan perbaikan kita ke depan,” tandasnya.

Karena, menurutnya, kalau seleksi ini syarat dengan manipulasi dari berbagai kepentingan nanti dikhwatarkan akan menimbulkan untrust atau hilangnya kepercayaan dari masyarakat. “Jadi inilah yang kita hindari,” ucapnya.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Deni Rusli menambahkan bahwa saat ini hingga dua hari ke depan peserta seleksi tengah dilakukan verifikasi persyaratan sesuai dengan petugas-petugas yang diinginkannya. Itu dilakukan setelah sebelumnya menutup pendaftaran selama 10 hari sejak 18 sampai 29 Desember 2020.

“Istilah petugas haji sekarang namanya bukan lagi TPIHI, sekarang yang pertama disebut PPIH Kloter sebagai ketua kloter, yang kedua Pembimbing Ibadah dan ketiga PPIH Arab Saudi,” kata Deni Rusli.

Jika tidak aral melintang, sambung Deni, setelah verifikasi nanti pada tanggal 31 Desember 2020 akan diumumkan siapa-siapa saja peserta yang dinyatakan memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat.

Deni juga mengurai komposisi penilaian dari tahap portopolio sampai tahap CAT. “Untuk portopolio bobotnya 40 persen sedangkan CAT 60 persen,” ucapnya.

Tahapan seleksi ini digelar serentak dengan seluruh kabupaten/kota lingkup Wilayah Kemenag Provinsi Banten.

“Artinya provinsi dan masing-masing kabupaten/kota juga akan mengumumkan hasil seleksi sebanyak sesuai dengan jumlah kloternya. Setelah itu panitia akan menginfut data peserta yang dinyatakan lolos tingkat kabupaten/kota tersebut,” ucap Deni.

Dari data yang disampaikan, animo masyarakat untuk ikut dalam seleksi petugas haji di Banten cukup tinggi. Terbukti untuk pendaftar di Kanwil Provinsi saja sudah lebih dari 40 orang. Belum lagi dari masing-masing kabupaten/kota dimana menurut Deni berdasarkan laporan yang diterimanya rata-rata pendaftar sebanyak 20 s.d 30 orang.

“Sedangkan kuota yang dibutuhkan untuk 3 kategori petugas haji itu sebanyak 63 orang. Dengan rincian PPIH Kloter 24 orang, Pembimbing Ibadah 25 orang dan untuk PPIH Arab Saudi 14 orang. Sedangkan petugas haji lainnya ada juga disebut TPHD, namun ini urusan dan tanggungjawab daerah jadi kita tidak sampai kesitu,” tandasnya. (Ade Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *