Kabid Penmad Kemenag Beberkan Program Tahun 2020

SERANG I DBC — Mewujudkan layanan pendidikan madrasah berkulitas menjadi komitmen jajaran Kanwil Kementrian Agama Provinsi Banten Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad). Untuk itu, Kabid Penmad, Idris Jamroni memberkan lima langkah strategi melalui program prioritas yang akan dilakukan pada tahun 2020 ini.

Pertama, Idris akan melakukan optimalisasi terhadap EMIS atau Education Management Information System, merupakan sistem informasi yang dikembangkan oleh Kementerian Agama untuk memudahkan input data sekolah, pondok pesantren dan pendidikan tinggi Islam.

“Emis ini menjadi sumber segala data kependidikan. Sehingga dengan menggandeng Bank Dunia segala macam permasalahan yang ada dalam EMIS ini akan kita perbaiki,” kata Idris di Serang, Selasa (28/1).

Sebagai informasi, sejak Tahun Pelajaran 2017/2018, EMIS mulai berbasis online, namun sayangnya tidak dibarengi dengan kemampuan server untuk menampung data layaknya seperti SIMPATIKA ataupun kemampuan sistem layaknya DAPODIK.

Emis, menurut sejumlah operator madrasah di Banten ini seyogyanya menjadi wadah yang bagus dan efisien layaknya DAPODIK di sekolah naungan Kemdikbud namun malah menjadi momok yang hampir setiap semester selalu menghantui para operator madrasah. Di sisi lain, kendala para operator adalah dari server itu sendiri yang kerap lemot.

“Segera di tahun 2020 ini akan kita selesaikan. Dan diharapkan tidak adalagi kendala jaringan lemot, susah infut dan lain sebagainya,” kata Idris.

Kedua, Kabid Penmad ini memastikan Kemenag Banten akan menggelar Ujian Nasional (UN) diseluruh tingkatan madrasah dengan berbasis komputer. “Berdasarkan pengalaman tahun lalu kita sukses menggelar UN tingkat MTs dan MA, tahun ini kita kembangkan menjadi seluruh tingkatan yakni MI juga UN-nya harus berbasis komputer,” tandasnya.

Pihaknya menyakini murid kelas 6 madrasah ibtidaiyah di zaman sekarang sudah mampu mengoperasikan komputer dengan baik. “Tolak ukurnya gampang yaitu mengopersikan smartphone saja sudah pada mahir, apalagi komputer. Mereka pasti mampu,” tegasnya.

Ia juga mengklaim seluruh madrasah di Banten telah memiliki minimal satu ruang kelas lab komputer yang bisa dijadikan tempat UN. “Kalau soal infrastrukturnya saya yakin seluruh madrasah baik negeri maupun swasta sudah memiliki komputer yang memadai,” ucapnya.

Selanjutnya yang ketiga pihaknya tengah berupaya mewujudkan  transparansi dan objektivitas dalam penggunaan dana Bos di seluruh madrasah di Banten melalui aplikasi ERKAM atau Elektornik Rencana Kerja Anggaran Madrasah.

“Melalui aplikasi itu segala pembelanjaan serta penggunaan dana Bos akan bisa langsung diketahui. Jadi tidak ada lagi yang ditutup-tutupi. Tidak bisa juga melakukan mark up data dan lain sebagainya karena semua bisa melihat dan mengawasi,” tururnya.

Melalui langkah itu, diharapkan agar akuntabilitas publik terhadap penggunaan dana Bos semakin optimal.

Strategi ke empat yang segera ia canangkan adalah meningkatkan kualitas kinerja guru madrasah melalui program pengembangan keprofesionan berkelanjutan atau biasa disebut PKB. Ia menyebut program PKB juga bekerjasama dengan Bank Dunia.

“Nanti dalam penguasaan konten materi pembelajaran ataupun metodologi guru madrasah diharapkan ada peningkatan. Sehingga dari guru yang berkualitas nanti akan terlahir pula lulusan madrasah yang berkualitas dan siap berkompetisi dengan lingkungan sekitar,” katanya.

Dan program prioritas yang kelima Idris menyoroti pada urusan sarana dan prasarana. Dikatakan tahun 2020 ini Kanwil Kemenag mendapat jatah pembangunan infrastruktur untuk enam madrasah di Banten melaui SBSN atau Surat Berharga Syariah Negara. “Dengan bantuan tersebut, diharapkan kualitas madrasah di Banten dapat terus meningkat,” ucapnya. (Ade Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *