Irvan Santoso Dicopot, Dua Menyusul

Serang I DBC — Gubernur Banten Wahidin Halim mencopot Irvan Santoso dari jabatanya sebagai Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Banten. Pencopotan Irvan tertuang dalam SK Gubernur Banten Nomor: 881/KEP.01-BKD/2020 tanggal 17 januari 2020. Sebagai gantinya, WH menunjuk Ade Ariyanto sebagai Plt. Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Banten.

Ade sendiri saat ini masih menjabat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Banten. Dan pada tahun 2018, Ade juga sempat menjabat Pj. Walikota Serang mengisi Kekosongan jabatan Walikota Serang yang saat itu telah habis masa jabatannya.

“Pemberhentian tersebut sudah sesuai prosedur, karena memang aturan di UU ASN demikian. Bahwa pejabat yang menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama maksimal menduduki jabatan tersebut selama 5 tahun, dan saya sudah lebih 5 tahun menjabat sebagai Karo Kesra,” kata Irvan Santoso mantan Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Banten di Serang, Senin (20/1).

Usai dirinya diberhentikan, saat ini BKD Banten belum memberikan SK baru dimana Irvan Santoso akan ditugaskan. “Belum ada kabar lebih lanjut Kang. Tapi prinsipnya saya sebagai ASN harus siap ditempatkan di mana saja,” ujarnya.

Ia menyebut pemberhentian karena alasan masa jabatan telah lebih dari lima tahun menjadi sebuah keniscayaan bagi seluruh ASN Pemprov Banten maupun daerah lainnya di Indonesia. “Aturannya memang bicara begitu, jadi ya kita harus legowo. Toh emang dalam rangka reformasi birokrasi, tour of duty pejabat sangat diperlukan,” timpalnya.

Irvan menyakini bahwa pengganti kepala organisasi yang pernah ia pimpin itu bisa membawa perubahan ke arah yang semakin baik. Apalagi, kata Irvan, sosok yang ditunjuk saat ini terlihat lebih fresh dan memiliki etos kerja yang bagus. “Saya yakin pengganti saya akan lebih baik lagi, karena relatif lebih fresh. Insha Allah beliau (Ade Ariyanto-red) bisa lebih baik lagi untuk membawa Biro Kesra ke arah yang lebih baik,” harapnya.

Irvan sendiri menyebut bahwa dirinya dilantik pertama menjadi Kepala Biro Kesra yaitu pada tahun 2013. Kemudian, kata Irvan, karena ada perubahan SOTK ia kembali dilantik pada tahun 2017.

Hal senada dikatakan Kepala BKD Banten, Komarudin bahwa pemberhentian Irvan Santoso sebagai Kepala Biro Kesra adalah karena masa jabatannya telah lebih dari lima tahun.

“Pemberhentian itu mengacu pada PP 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS dan UU ASN bahwa masa Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama itu paling lama lima tahun,” kata Komarudin kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (20/1).

Kalau lebih dari lima tahun, sambung Komarudin, opsinya adalah pertama dilakukan mutasi, kedua tidak diperpanjang alias diberhentikan dan ketiga dilakukan demosi atau penurunan jabatan.

Mantan Penjabat Kabupaten Tangerang ini tidak menyebut secara pasti kemana Irvan akan kembali ditugaskan. Pihaknya akan mencoba menawarkan Irvan menjadi pegawai fungsional. “Kita arahkan ke fungsional. Nanti kita akan tawarkan. Apakah beliau bersedia atau tidak. Atau ikut open bidding juga boleh,” katanya.


Selain Irvan Santoso, BKD Banten juga tengah memproses pemberhentian terhadap dua pejabat esselon dua lainnya yang masa jabatannya telah lebih dari lima tahun dan tengah diproses di Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Keduanya adalah Kepala Dinas ESDM Provinsi Banten, Eko Palmadi dan Kepala Biro Organisasi, Dian Wirtadipura. “Kalau rekomendasinya sudah keluar nanti kita akan segera buatkan SK-nya” tutupnya.

Disamping itu, tidak menutup kemungkinan bahwa pihaknya akan melakukan penelusuran tehadap Pimpinan JPT Pratama Pemprov Banten yang telah kadaluarsa lainnya. Jika ditemukan, segera akan diproses dan diajukan ke KASN. (adg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *