Pembimbing Manasik Haji Wajib Bersertifikat

SERANG I DBC — Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Deni Rusli mengatakan bahwa pembimbing manasik haji wajib bersertifikat. Hal itu disampaikannya dalam acara Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji di salah satu hotel di Kota Serang, Senin (13/1).

Deni menjelaskan bahwa kegiatan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji ini merupakan tindaklanjut dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh.

“Jadi kegiatan ini adalah dalam rangka merespon regulasi baru soal Penyelenggaraan Haji dan Umroh khususnya pada point Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji,” ujarnya.

Menurut Deni, memberikan bimbingan haji yang berkualitas dan profesional sesuai dengan syariat Islam dan ketentuan serta aturan yang berlaku pada jemaah menjadi modal keharusan bagi seluruh Kelompok Bimbingan Haji dan Umroh (KBIHU), Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU), dan PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus).

“Sepintar apapun orang menjadi dosen, guru kalau belum bersertifikat itu dianggap belum profesional. Jadi sebagai garansinya, para pembimbing manasik haji juga harus bersertfikat,” cetusnya.

Dijelaskan bahwa sertifikat pembimbing manasik haji juga akan menjadi salah satu tambahan syarat yang diutamakan pada saat penerimaan seleksi Petuagas Ibadah Haji tahun 2020.

Sebagai informasi, Kanwil Kementrian Agama Provinsi Banten menggelar Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji selama 10 hari di salah satu hotel di Kota Serang. Acara yang diikuti 110 peserta tediri dari unsur KBIHU, PPIU dan PIHK secara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Gara Haji dan Umrah Kemenag RI, H. Nizar Ali pada 7 Januari 2020.

Hadir pula dalam pembukaan, Kakanwil Kemenag Prov. Banten, Rektor UIN SMH Banten, Kabag TU Kanwil Kemenag Banten dan Kabid PHU Kanwil Kemenag Banten. (adg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *