Dinsos Kerahkan Ratusan Tagana dan LDP Banten

Serang I DBC — Banjir bandang yang merendam sebagian wilayah kabupaten/kota di Provinsi Banten pada awal tahun 2020 mendapat respon cepat dari Pemerintah Provinsi Banten. Bantuan kemanusiaan dan logistik langsung diterjunkan ke titik-titik bencana.

Kasi PSKB Dinsos Banten, Irma Muliasari mengaku telah menyalurkan logistik dan menerjunkan ratusan relawan kemanusiaan mitra Dinsos seperti Taruna Siaga Bencana atau Tagana dan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Banten.

“Disana mereka bersama anggota TNI/Polri, Tim SAR dan relawan-relawan lainnya berjibaku melakukan evakuasi, pencairan dan membuka akses pada korban banjir. Sementara tim LDP memberikan penguatan mental atau layanan dukungan psikososial pada ratusan anak-anak penyintas,” kata Irma di Serang, Selasa (7/2).

Irma mengatakan, Pemprov Banten telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari kedepan terhadap banjir bandang yang menerjang 5 kabupaten/kota di Banten dalam waktu yang sama ini. “Pak Gubernur telah menetapkan bahwa bencana ini masuk kategori tanggap darurat, karena daerah yang terdampak telah lebih dari dua kabupaten/kota bahkan saat ini infonya lima kabupaten kota,” kata Irma.

Penetapan itu, lanjut Irma, adalah untuk memudahkan serangkaian upaya dalam kegiatan yang dilakukan dengan segera untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan, yang meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan pengungsi, penyelamatan, serta pemulihan mental korban dibawah kordinasi BPBD Banten.

Irma melanjutkan, paska bencana ini Dinsos Banten akan melakukan kodinasi ke Kemensos RI dalam rangka mengupayakan bantuan yang bisa diakses untuk membantu masyarakat Banten yang tedampak banjir bandang.

Ia juga meminta keterlibatan dunia usaha, lembaga-lembaga, komunitas dan masyarakat umum dalam membantu penanganan bencana tersebut. “Jadi selain pemerintah, kehadiran dunia usaha/dunia industri, lembaga masyarkat, komunitas serta masyarakat pada umumnya sangatlah diperlukan dalam percepatan penyelesaian bencana ini secara terpadu,” pintanya. (adg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *