Saat Sidak Dinas PRKP Banten Sekda Sebut Sport Center Jangan Dikorupsi

SERANG I DBC — Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman tengah membangun stadion bertaraf internasional di Sport Center Provinsi Banten. Dana yang dianggarkan untuk pembangunan tersebut sebesar Rp 900 miliar.

Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Al Muktabar menekankan agar mega proyek Pemprov Banten itu dikerjakan dengan profesional sesuai dengan tenggat kontrak yang telah ditetapkan dan tidak dikorupsi.

“Saya pesankan pembangunan Sport Center dan pembangunan pembangunan fisik lainnya untuk tidak dikorupsi,” pinta Al Muktabar kepada dinamikabanten.co.id di sela-sela dirinya melakukan Sidak di kantor Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Banten.

Kehadiran Al Muktabar di Dinas PRKP Provinsi Banten bisa dibilang unik, karena ia datang mendadak tanpa direncanakan sebelumnya. Karuan saja, kehadiran Al itu membuat seluruh petugas Pamdal, Staf dan sejumlah pejabat dinas tersebut kaget.

Al memasuki beberapa ruang pejabat, diantaranya ruang Kepala Dinas PRKP Provinsi Banten, M. Yanuar, Ruang Sekretaris Dinas PRKP dan beberapa ruang kerja lainnya. Namun, saat itu para pejabat tersebut tidak ada di ruangannya. “Ini kantor apa, apa ini ? Ko gelap begini ya,” kata Al seraya berjalan masuk menuju sebuah ruang rapat internal diikuti beberapa wartawan.

Masuk ruang rapat, Al langsung bertanya kepada seluruh peserta rapat, “Ini sedang rapat apa?,”. “Masya Allah ada Pak Sekda, ada Pak Sekda, silakan Pak Sekda,” timpal para peserta rapat yang tercengang atas kehadiran ASN nomor satu di Pemprov Banten itu. “Sedang rapat Sport Center Pak Sekda,” jawabnya salah seorang peserta rapat.

Meski berkali-kali dipersilakan dan diberikan tempat untuk duduk didepan, Sekda Al tak menggubris dan meminta rapat agar terus dilanjutkan. “Engga apa, udah lanjut aja,” ucap Sekda.

Selang beberapa menit, hadirlah Kepala Dinas PRKP Provinsi Banten, Moh. Yanuar diikuti beberapa pejabat lainnya.

“Tidak dalam rangka apa-apa, saya cuma pengen “jalan-jalan” sambil liat gedung-gedung disini, bener ga mereka bekerja secara baik dan benar. Saya (cuma) nge-cek,” kata Al Muktabar.

Saya itu, sambung Al, sebagai sekretaris daerah mendapat tugas membantu gubernur dan wakil gubernur dalam membuat formulasi kebijakan dan mengkordinasikan organisasi perangkat daerah untuk mencapai kegiatan dan tugas pokok dan fungsinya sesuai dengan target pembangunan yang telah ditetapkan. (ade gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *