Kepala SMKN 2 Kota Serang Larang Siswanya Unjuk Rasa

SERANG I DBC — Kepala SMK Negeri 2 Kota Serang, Lilik Hidayatullah melarang keras agar seluruh siswanya tidak ikut unjukrasa saat Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober 2019 mendatang.

Tidak hanya dilakukan oleh pihak sekolah, petugas dari Kodim 0602 Serang, Polda Banten, Polres Serang dan Polsek Serang juga turun ke sekolah menjelaskan siswa tentang larangan dan konsekuensi ikut unjuk rasa.

Seluruh siswa, kata Lilik, dilarang keras untuk mengikuti demonstrasi. Sebab, para siswa tidak cocok untuk menyampaikan aspirasinya lantaran masih di bawah umur.

“Khusus untuk SMK Negeri 2 Kota Serang, sebagai antisipasi kami sudah lakukan beberapa kali briefing kepada siswa dan guru di lapangan dan di Aula,” ucapnya kepada dinamikabanten.co.id di Serang, Kamis (17/10).

Lilik Hidayatullah, Kepala SMKN 2 Kota Serang

Lilik yang juga Ketua MKKS SMK Provinsi Banten ini mengaku sudah melakukan komunikasi melalui grup WhatsApp agar para kepala SMK di Banten mengantisipasi seluruh siswanya untuk tidak terlibat dalam kegiatan unjukrasa.

“Melalui WA, sudah kami bagikan kepada kepala sekolah se-Banten untuk mengantisipasi terjadinya hal seperti di Jakarta,” kata dia.

Dirinya belum bisa menyampaikan apa sanksi yang akan diberikan kepada siswa bila ketahuan ikut berunjukrasa. Sebab, hingga kini masih menunggu arahan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.

Akan tetapi, pihak sekolah tidak bertanggungjawab apabila siswa tersebut berani ikut berunjukrasa bila terjadi sesuatu pada dirinya. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk bertindak secara tegas.

“Jika ikut unjuk rasa, kami sampaikan kepada orang tua, itu terjadi di luar jam pelajaran dan bukan tanggungjawab sekolah,” ujarnya. (ade gunawan)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *