H. Mutai, Calon Kades Sidangsari : Komitmen Lakukan Percepatan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat

SERANG I DBC — H. Mutai bukan sosok baru di lingkungan pemerintah desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran Kabupaten Serang. Pria yang kini usianya lebih dari setengah abad ini kembali merasa terpanggil untuk mengabdikan diri agar bisa memberikan manfaat demi kemajuan di wilayahnya.

Meski pernah merasakan “pahit getir”nya memperjuangkan pembangunan desa selama 14 tahun dalam dua periode berturut-turut (Masa jabatan 8 tahun dan 6 tahun-red) tanpa bantuan keuangan dari pemerintah pusat, H. Mutai mengaku bersyukur dengan segala pencapaian dan pengakuan dari seluruh masyarakat desa Sidangsari kala itu.

Kini perhelatan demokrasi 6 tahunan di desa yang digadang-gadang bakal berkembang pesat itu dengan hadirnya kampus perguruan tinggi negeri terbesar di Banten yakni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) akan kembali digelar.

Namun bukan itu yang menjadi motivasinya mencalonkan diri kembali menjadi Kepala Desa Sindangsari. Pria ramah dan murah menebar senyum ini hanya merasa “greget” dengan pembangunan yang saat ini dilakukan oleh Rohman, Kepala Desa Sidangsari yang belum lama ini telah habis masa jabatannya.

“Saya merasa prihatin dengan kodisi pembangunan saat ini, sebab banyak program kerja tidak jelas bahkan tidak langsung bersentuhan dengan masyarakat,” kata H. Mutai kepada Wartawan di Kediamannya, Jl. Palka, Desa Sidangsari, Kabupaten Serang, Senin (23/9).

Ia juga mempertanyakan transparansi anggaran dan program kerja selama 5 tahun kepemimpinan Rohman. “Selama ini warga pahamnya hanya tahun 2019 ini saja desa Sidangsari diguyur anggaran miliyaran rupiah karena setelah dipasang papan informasi penggunaan anggaran desa. Tapi bagaimana dengan tahun tahun sebelumnya selama dia menjabat. Kan tidak ada papan informasi itu,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, saat ini kepala desa di Indonesia termasuk di kabupaten Serang tidak lagi harus disibukkan kemana mencari sumber anggaran untuk membangun desa. Mereka, katanya, hanya cukup menunggu anggaran itu datang dan mempergunakan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat.

Jadi pola penganggaran sekarang jauh lebih baik dibanding pada zamannya menjadi kepala desa dua periode itu. Kala itu, pihaknya harus berjibakku dengan kalangan dinas maupun elit politik demi mengajukan sebuah program kerja di desanya.

Atas dasar itulah, H. Mutai memohon restu kepada seluruh masyarakat untuk menjadi bagian dalam pemerintahan desa Sidangsari sebagai Kepala Desa dan menjadi orang tua dalam lingkungan kemasyarakatan.

Sebagai kepala desa, ia berkomitmen akan mewujudkan percepatan pembangunan infastruktur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Selain itu, pembedayaan ekonomi juga perlu digerakkan demi mewujudkan masayarkat yang sejahtera.

“Namun jika sebagai orang tua, saya ingin melihat anak yang bahagia, pintar, yang sehat, yang hidupnya berkecukupan dan lain sebagainya,” katanya.

Calon Kades yang mengusung jargon “Aje Kelalen” ini meminta kepada panitia pemilihan untuk bekerja secara adil dan netral. Hal itu, penting dilakukan agar gelaran Pilkades berlangsung aman dan kondusif.

“Kunci kondusifitas itu adalah di Kepanitiaan. Jika mereka melaksanakan tugas dengan baik, netral dan transparan, saya pastikan gelaran akan berlansung aman,” ucapnya. (ade gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *