Gubernur Jamin Nasib Guru Honorer, Edaran Dindikbud Banten Kecele

SERANG I DBC — Gubernur Banten Wahidin Halim menegaskan bahwa dirinya akan tetap mempertahankan tenaga guru honorer di Provinsi Banten yang telah terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk tetap bekerja dan menerima gaji. Hal ini dikarenakan adanya kebutuhan tenaga pendidik yang akan mengisi kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah baru di Provinsi Banten. Kebijakan tersebut menyikapi adanya Suret Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten tentang nasib guru honorer dengan pengangkatan diatas tahun 2017 yang menuai kiritik.

“Siapa bilang mau dibatalkan? Orang kita butuh mereka,”tegas Gubernur saat diwawancarai awak media pada Selasa (24/09)

Gubernur juga membantah anggapan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tidak mengakui keberadaan para guru honorer yang telah diberikan kenaikan gaji sejak 2017 lalu.

“Siapa bilang nggak mengakui? Orang sudah digaji sejak 2017 sampai sekarang, (jadi) tetap (diakui),”ujarnya

Saat disinggung mengenai adanya Surat Edaran Dindikbud Banten, Gubernur menegaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari kewenangan seorang Gubernur.

“Siapa yang mau batalin? Enggak ada, itu kan kebijakan Gubernur. Gubernur yang punya kebijakan,”tuturnya

Gubernur menyatakan akan tetap membela kesejahteraan dan nasib para guru honorer dan mempertahankannya karena untuk mengantisipasi adanya kekurangan tenaga pendidik di kemudian hari.

“Tenaga pengajar ini tetap dibutuhkan karena kita kan akan punya sekolah baru. Daripada nyari lagi, yang sudah ada dipertahankan oleh Gubernur,”terangnya

Namun, lanjut Gubernur, untuk dilakukan pengangkatan lagi akan disesuaikan dengan kebutuhan yang ada kedepan. Untuk saat ini, kebutuhan akan dipenuhi dengan tenaga pengajar yang sudah tersedia. Sementara, untuk jumlah sekolah yang ada saat ini berjumlah 7.522 yang terdiri dari 4.756 sekolah negeri dan 2.766 sekolah swasta. Dengan rincian, Sekolah Dasar sebanyak 4.632 meliputi 3.955 SD Negeri dan 677 SD swasta. Tingkat SMP sebanyak 1.497 meliputi 563 SMP Negeri dan 934 SMP swasta. Tingkat SMA berjumlah 563 sekolah meliputi 151 SMA Negeri dan 412 SMA swasta. Tingkat SMK berjumlah 731 sekolah meliputi 80 SMK Negeri dan 651 SMK swasta, dan tingkat SLB berjumlah 99 sekolah meliputi 7 SLB Negeri dan 92 SLB swasta.

“Seperti tenaga medis kan saya angkat 400 orang dan gajinya saya naikkan, begitupun dengan tenaga pendidik. Karena keduanya merupakan pelayanan dasar masyarakat,”tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Engkos Kosasih Samanhudi tidak memberikan tanggapan apapun saat dikonfimasi Tangerang Raya melalui pesan WhatsApp.

Namun demikian Kabid Ketenagaan dan Kelembagaan, Muhammad Taqwin menyampaikan saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan guru honorer yang diangkat paska 31 Desember 2017.

Dari data sementara yang dimilikinya, total guru honorer SMA dan SMK Se-Banten yang di SK-kan Kepala Dindikbud Banten pada tahun 2017 itu lebih kurang 6.400.000 orang. Sementara, kata Taqwin, guru yang ditugaskan kepala sekolah diatas Desember 2017 sampai dengan saat ini mencapai lebih dari seribu orang.

“Proses pendataan masih dilakukan agar kita mendapat data yang pasti. Kemarin saat kita melakukan pendataan, teman-teman guru honorer banyak yang mempertanyakan bahwa pendataan ini untuk apa dan dalam hal seperti apa. Mereka harapannya masuk SK, padahal kan belum pasti juga, makanya saya paling maraton saja pendataanya,” kata Taqwin kepada dinamikabanten.co.id, Selasa (24/9).

Taqwin menyakini Kepala Dindikbud Banten memiliki alasan kuat hingga tidak bersedia mengangkat guru honorer baru. “Pak Kadis mungkin berpatokan pada PP 48 tahun 2005 yang intinya Kepala Daerah atau Kepala OPD tidak diperkenankan lagi mengangkap guru honorer. Karena kalaupun misalnya beliau mengangkap dasarnya apa?, sementara PP-nya saja belum berubah,” jelasnya.

Namun demikian, Taqwin menyambut baik jika Pak Gubernur bersedia mengangkat atau menugaskan guru non ASN itu. “Bagus kalau Pak Gubernur mau mengangkat atau menugaskan, artinya mereka juga memiliki ketenangan dan kita juga ada kejelasan. Karena kita juga inginnya seperti itu,” jelasnya. (ade gunawan)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *