Sarpras Belum Memadai, Tetap Fokus Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Sekolah

SERANG I DBC — Sarana dan prasarana pendidikan merupakan¬†fasilitas langsung dan tidak langsung yang diperlukan dalam proses belajar mengajar, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar, teratur, efektif dan efisien.

Hal itu dikatakan Kepala SMA Negeri 1 Padarincang, Kartono kepada dinamikabanten.co.id di Serang, Rabu (11/9).

Tidak dapat dipungkiri, kata Kartono bahwa dalam proses pendidikan, kualitas pendidikan juga perlu di dukung dengan sarana dan prasarana yang menjadi standar sekolah atau instansi pendidikan terkait.

“Sarana dan prasarana sangat mempengaruhi kemampuan siswa dalam belajar. Hal ini menunjukkan bahwa peranan sarana dan prasarana sangat penting dalam menunjang kualitas belajar siswa,” katanya.

Sebagaimana yang tertuang dalam SNP bahwa setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.

Selanjutnya, setiap satuan pendidikan juga wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sekolah dengan luas lahan 1,2 hektare tersebut terlihat masih membutuhkan banyak tambahan sarana dan prasaran.

Beberapa prasaran yang mendesak untuk segera mendapat perhatian dinas terkait antara lain; 3 (tiga) ruang kelas baru (RKB), ruang adminitrasi/tata usaha, labortorium IPA, laboratorium komputer, TPT guna mengantisipasi longsor pada lahan curam, Paving block, pemagaran dan ruang ekstakurikuler.

Kartono menjelaskan telah banyak gebrakan dan terobosan program yang dilakukanya semenjak dirinya menerima amanah sebagai Kepala SMA Padarincang tahun 2015.

“Pertama saya menginjakkan kaki disini sempat bingung apa yang mesti diperbuat dengan berbagai kekurangan dan keterbatasan ini. Namun setelah saya melakukan diskusi bersama jajaran wakasek dan para guru, muncullah berbagai ide dan masukan yang pada intinya membawa sekolah ini menjadi kebanggaan warga Padarincang khususnya dan Provinsi Banten pada umumnya dengan tetap fokus mewujudkan sekolah yang berkualitas,” beber Kartono.

Akhirnya, kata Kartono, secara bertahap kami membuat terobosan dengan membangun sistem pendidikan yang berbasis karakter salah satunya disiplin.

“Anak diwajibkan datang ke sekolah tepat waktu, jika terlambat akan mendapat sangsi dan lain sebagainya. Pada aspek ekstrakurikuler saya membuka berbagai cabang eksul seperti Paskibra, Pramuka, Olahraga Semua Cabang yang dilombakan pada O2N, PMR, Rakapala, PIK R, Rohis, Marawis dan Band,” kata mantan Kepala SMAN 1 Kopo ini.

Tampaknya, sambung Kartono, berbagai pembiasaan karakter dan ragam eksul yang kami buka memberikan dampak signifikan pada promosi sekolah yang dinilai bagus oleh kalangan masyarakat sekitar.

“Puncaknya dua tahun terakhir ini, pendaftar ke SMA Negeri 1 Padarincang selalu membludak dan dengan berat hati harus ada beberapa calon siswa yang tidak bisa diterima disini karena daya tampung yang terbatas,” urainya.

Menurut Kartono, selain telah menerapkan pola pendidikan yang profesional, aspek lain yang mempengaruhi masyarakat kian menggandrungi SMA Negeri adalah karena kebijakan Gubernur Banten yang dinilai pro rakyat dengan menggratiskan seluruh biaya pendidikan untuk tingkat SLTA.

Dengan demikian, agar proses pendidikan disekolahnya berlangsung ideal, berbagai kebutuhan baik sarana maupun prasaran yang telah diuraikan diatas bisa segera direalisasikan dengan cepat.

“Kalau koordinasi dan pengajuan ke KCD dan dinas pusat (Dindikbud Banten-red) sudah kita lakukan. Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan,” harapnya. (ade gunawan)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *