Warga Diminta Sukseskan Pilkades Barugbug

SERANG I DCB — Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan digelar pada November 2019, Pj. Kades Barugbug, Nani mengimbau kepada warga supaya mendukung dan menyukseskan setiap tahapan pemilihan yang dilaksanakan di Desa Barugbug.

“Sebentar lagi kita akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Desa secara serentak pada bulan November, khususnya di desa Barugbug saya harap kepada seluruh warga masyarakat supaya ikut mendukung mensukseskan kegiatan penting tersebut,” pesan Nani saat ditemui di kantor Desa Barugubug, Kec. Padarincang, Kab. Serang, Selasa (3/9).

Selain itu Nani juga berharap supaya masyarakat mendukung dan berperan aktif dalam menggali informasi program yang ditawarkan setiap calon kepala desa.

“Pilkades ini merupakan kegiatan penting untuk memilih calon pemimpin desa, oleh sebab itu masyarakat juga tentunya harus aktif mencari informasi program yang ditawarkan. Jika program tersebut bagus, silahkan didukung,” katanya.

Untuk diketahui, sebanyak 150 desa di Kabupaten Serang siap mengikuti pemilihan kepala desa (pilkades) yang akan diselenggarakan November 2019.                                            

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Serang, Rudi Suhartanto di Serang, mengatakan dari 326 desa di wilayah Kabupaten Serang, sebanyak 150 dipastikan akan melakukan pilkades serentak pada bulan November 2019.       

“Yang sudah fix sekarang 150 desa, kemarin ada slip data, yang tadinya 153 desa, tapi sudah kita berbaiki jadi 150 desa,” katanya.

Ia menjelaskan, saat ini sedang mempersiapkan SK Bupati Serang tentang penetapan hari pemungutan suara dan tahapan pilkades serentak tersebut.

“Kita sedang mempersiapkan SK Bupati terkait desa mana saja yang akan melaksanakan  pilkades, dan saat ini kita juga sedang menyusun draf panitia inti pilkades. Kalau sudah selesai, kita sosialisasi untuk panitia tingkat Kabupaten, tingkat camat,  Muspika dan tingkat desa,” ujarnya.

Rudi menjelaskan, setelah selesai sosialisasi atau workshop, maka masing-masing  akan membuat panitia pemlilhan baik dari tingkat desa maupun sampai kecamatan, sementara Muspika akan membentuk panitia pengawasan. 

“Perangkat desa harus jadi panitia pilkades, untuk apa, untuk mengamankan keuangan dan administrasi,”  tegasnya. (hdi/adg)
     

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *