Penertiban PKL Diwarnai Penolakan

SERANG I DBC — Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) oleh pemerintah Kota Serang yang berada di lingkungan Pasar Rau diwarnai dengan penolakan dari bebagai pihak terutama para pedagang.

Eko salah satu PKL yang sudah berjualan puluhan tahun, mengaku sangat keberatan jika harus direlokasi ke lantai tiga. Pasalnya tempat yang disiapkan sangat jauh jangkauannya dari para pembeli dan hal ini akan mengakibatkan kurangnya penghasilan yang didapat.

“Kalau diatas saya tidak sanggup, karena dulu saya pernah berjualan diatas sana, bukan untung yang didapat malah rugi,” kata Eko, Senin (2/9).

Hal yang sama dikatakan, Jaenul pedagang Pasar Rau, dirinya merasa keberatan jika harus berjualan ke Lantai tiga. “Selain jauh jangkauanya, pembelinya pun tidak segampang seperti jualan dibawah,” ujarnya

Sementara itu, Nawawi salah satu tokoh pedagang, dirinya meminta kepada pemerintah agar menyiapkan tempat yang layak terlebih dahulu untuk para pedagang, jangan sampai pedagang tidak diberikan fasilitas yang layak untuk berjualan.

“Kalau bicara layak dan tidaknya, silahkan dilihat sajalah, karena pada dasarnya yang patut dikatakan layak itu seperti apa dan bagaimana?,” tanya Nawawi

Disinggung terkait Pedagang Grosir Buah-buahan, Nawawi menuturkan bahwa dalam sekala besar harusnya pemerintah mempertibangkan kelayakan tempat.

“Jika pedagang Grosir buah-buahan di masukan kedalam pasar ini akan mepersulit akses aktifitas para pedagang, yang mana tempat penampungan untuk pedagang pun belum tentu cukup, sedangkan pedagang Grosir yang ada diluaran ini cukup banyak,” jelasnya.

Hal senada disampaikan H. Herman selaku Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima Pasar Rau Kota Serang, dirinya mengatakan jika pemerintah memaksakan untuk mendorong para pedagang masuk ke dalam Pasar Induk Rau ini meruapakan hal yang sangat sulit, karena pada dasarnya hampir semua pedagang tidak menginginkan direokasi ke lantai atas, namun mereka para pedagang menginginkan adanya penataan,” ujar Herman.

“Hal ini yang justru harus diperhatikan pemerintah, tidak menggusur akan tetapi menata pedagang,” tambahnya.

Apapun bentuknya, lanjut Herman, yang pasti pihaknya mendukung program pemerintah tersebut. “Intinya kami mendukung program pemerintah ini (Relokasi) namun pemerintah harus bisa mempersiapkan sarana dan parasarana yang layak untuk para pedagang,” ungkapnya.

Diakhir pembicaranya, Herman berharap kepada pemerintah untuk mempertimbangkan manfaat dan mudarat dari penggusuran ini. “Kami berharap kepada pemerintah agar bisa memberikan kebijakan yang benar-benar dapat memberikan manfaat kepada masyarakat pedagang dan tidak memepersulit pedagang, yang intinya harapan kami bukan penggusuran yang ada akan tetapi penataan,” pungkanya.(has)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *