Pemprov Banten Kembali Anggarkan 87,5 Miliyar Untuk Jamsosratu

SERANG I DBC — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Sosial (Dinsos) setempat, kembali menganggarkan program Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsosratu) pada APBD 2020. Anggaran yang diusulkan tahun depan nilainya sama dengan tahun ini, Rp1.750.000 setiap keluarga penerima manfaat atau rumah tangga sasaran (KPM-RTS) atau naik Rp500 ribu.

Adapun jumlah keluarga penerima manfaat tetap 50 ribu keluarga atau sama dengan jumlah penerima bantuan pada 2019. Total bantuan keuangan untuk keluarga miskin dialokasikan Pemprov Banten pada 2020 mencapai Rp87,5 juta.

Untuk diketahui, Jamsosratu merupakan program bantuan sosial untuk warga Provinsi Banten yang belum menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah pusat. Secara keseluruhan, keluarga penerima manfaat PKH di Banten tahun 2019 mencapai 310.000 keluarga.

Jamsoratu adalah program bantuan sosial yang digagas mantan Gubernur Banten Ratu Tatu Chosiyah pada 2013 lalu. Hingga kini, program tersebut masih berjalan. Bahkan, beberapa kali Pemprov Banten mendapatkan penghargaan dari Kementerian Sosial (Kemensos) terkait program Jamsosratu karena berhasil membantu pemerintah pusat mengurangi kemiskinan.

Gubernur Banten,Wahidin Halim mengatakan, komitmen Pemprov Banten dalam percepatan penanggulangan kemiskinan sebagaimana amanat Perpres RI Nomor 96 tahun 2015 Jo Perpres Nomor 15 tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.

”Program Jamsosratu sangat membantu warga miskin. Bantuan ini bentuk kepedulian Pemprov Banten kepada mereka yang kurang beruntung,” ucap WH.

Orang nomor satu di Banten ini juga mengatakan, sejak 2019 ini, penyaluran Jamsosratu dilakukan secara nontunai melalui lembaga perbankan sejalan dengan semangat Inpres No 10 Tahun 2016 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi. ”Bantuan sosial yang diberikan langsung ke rekening penerima bantuan. Agar pemberian bantuan berjalan transparan dan akuntabel,” tuturnya.

Dinsos Banten menyebutkan penerima dana Jamsosratu pada APBD 2020 terdiri dari Kota Serang sebanyak 5.500 keluarga, Kabupaten Serang 11.500 keluarga, Kota Cilegon 1.685 keluarga. Lalu, Kabupaten Pandeglang 12.688 keluarga, Kabupaten Lebak 11.348 keluarga, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) 1.179 keluarga, Kota Tangerang 3.000 keluarga dan Kabupaten Tangerang sebanyak 3.100 keluarga.

Kasi Jaminan Kesejahteraan Keluarga, Dinsos Banten Budi Darma membenarkan pengalokasian Jamsosratu masih sama dengan alokasi 2019. ”Jumlah penerima bantuan masih sama dengan 2019, yaitu 50.000 keluarga. Masing-masing keluarga penerima manfaat mendapatkan Rp1.750.000,” katanya.

Nominal bantuan tahun 2019 dan 2020, ujar Budi, lebih besar dibandingkan alokasi bantuan yang diterima masing-masing keluarga penerima manfaat tahun 2018, yang hanya Rp1.250.000. Terkait tidak bertambahnya jumlah bantuan dan keluarga penerima manfaat, Budi mengatakan disesuaikan dengan kemampuan daerah.

Apakah masih banyak masyarakat miskin yang belum terpapar PKH dan Jamsosratu, Budi belum dapat memastikan. Pasalnya, sejauh ini Pemprov Banten belum menerima penambahan data keluarga miskin yang belum mendapatkan bantuan, baik PKH maupun Jamsosratu.

Ditanya soal realisasi Jamsosratu 2019, Budi mengatakan sudah mencapai 83,12 persen untuk pencairan tahap pertama. Pada tahap pertama, keluarga penerima manfaat menerima bantuan senilai Rp1 juta dan pada tahap dua Rp750.000.

Perihal bank yang menjadi mitra Pemprov Banten dalam penyeluran Jamsosratu, Budi menyebutkan Bank Banten dan BJB. ”Bank Banten menyalurkan bantuan di Kota Serang, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon. Sedangkan bantuan di kabupaten/kota lainnya melalui BJB,” ucapnya. (ADVERTORIAL)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *