Jadi Ikon Kebanggaan Banten, DPUR Maksimalkan Pembangunan Jembatan Kedaung

SERANG I DBC — Diklaim sebagai ikon kebanggaan masyarakat Banten, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PURP) Provinsi Banten terus memaksimalkan pembangunan Jembatan Kedaung dengan mempercantik bentuk/tipe konstruksi struktur rangka baja pelengkung bentang sepanjang 100 meter dan lebar 9 meter.

Kasi Pembangunan Jembatan Dinas PUPR Provinsi Banten, Novi Dien Pertanto menjelaskan bahwa secara umum pekerjaan fisik pada Jembatan Kedaung sudah rampung. Sisi kabupaten berikut dengan akses penghubungnya juga sudah selesai.

“PR-nya adalah sisi kota. Kita perlu melakukan pembebasan tanah sepanjang 150 meter dan lebar 12 meter, dimana dari sisi kota menuju jembatan itu masih menukik dengan lebar sekitar 4 meter. Kondisi itu tentu mengganggu keamanan dan kenyamanan pengendaran serta mengganggu kelancaran lalu lintas,” katanya di Gedung PUPR Provinsi Banten Lantai 3, KP3B,Curug, Kota Serang, Rabu (28/8).

Novi Dien Pertanto, Kasi Pembangunan Jembatan Dinas PUPR Banten

Upaya pembebasan, sambung Dien sapaan akrab Novi Dien Pertanto, tengah dilakukan dengan mendata warga sebagai pemilik lahan. Setelah itu, sambungnya lagi, mudah-mudahan tahun 2020 fisik jalan akses pengubung sisi kota sudah bisa kita kerjakan.

“Berdasarkan data perencanaan dibutuhkan anggaran sekitar 2,5 sampai 3 miliyar untuk pembehasan lahan sisi kota. Sementara untuk akses penghubung sekitar 1 sampai 2 miliyar,” tukasnya.

Rencana tersebut laksana gayung bersambut dengan kunjungan kerja Gubernur Banten, Wahidin Halim dengan melakukan Sidak terhadap pembangunan jembatan yang menghubungkan Kabupaten dan Kota Tangerang itu, Kemarin.

“Disela-sela sidak, Pak Gubernur mengintruksikan segera membebaskan lahan untuk sisi kota agar pembangunan jembatan bisa dirampungkan dengan cepat sehingga bisa memberikan manfaat besar bagi warga Banten yang melalui jembatan tersebut,” katanya.

Jembatan Kedaung, kata Dien diyakini akan menjadi daya tarik tersendiri karena model baja pelengkungnya seolah berbentuk busur panah. Makanya, kita sebut sebagai ikon jembatan terpanjang hingga 100 meter dengan bentuk yang unik.

“Selain itu diharapkan, infrastruktur ini juga akan membantu masyarakat mempersingkat waktu tempuh dari sisi kabupaten menuju kota dan begitu sebaliknya. Pun menuju Bandara Soetta dipastikan akan lebih cepat, yaa sekitar 30 sampai 45 menit,” ucapnya. (ade gunawan)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *