Tak Terpengaruh Insiden Manokwari, Siswa Papua Dipastikan Aman Belajar di Banten

KOTA SERANG I BDC — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindkibud) Provinsi Banten memastikan seluruh siswa SMA/SMK asal Papua yang sedang menuntut ilmu di Banten melalui program Asfirmasi Pendidikan Menengah (Adem) merasa aman dan terlindungi, serta tidak terprovokasi atas insiden kerusuhan di Manokwari dan Sorong, Papua, buntut dari isu rasial yang terjadi di Jawa Timur.

Kepala Dinas Dindikbud Banten, Engkos Kosasih didampingi oleh anggota BIN dan Polda Banten,Kabid Pendidikan khusus (Diksus) Arkani,Kabid SMA Rudi Prohadi dan Plt Sekdis Dindikbud Ujang Rafiudin, mengundang lima orang siswa SMKN I Kragilan asal Papua berdialog di aula kantor Dindikbud Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B),Curug,Kota Serang,Selasa (20/8).

Para siswa asal Papua dengan ikat kepala merah putih tersebut dihadapan kepala Dndikbud mengaku,dirinya merasa aman dan nyaman tinggal di Banten dan tidak terpengaruh oleh aksi kerusuhan yang terjadi di tanah kelahirannya.“Kami merasa aman dan terlindungi tinggal disini.Masyarakatnya ramah dan bergaul dengan kami asal Papua,” ungkap William, salah seorang siswa kelas XI SMKN I Kragilan.

William yang bercita cita ingin jadi pilot ini mengaku,selain menyukai masakan khas Banten seperti Pecak Bandeng dan sayur Asem,dia juga bebas untuk menjalankan ibadah.”Kalau untuk melaksanakan ibadah kami pergi ke markas Kopassus dan ada juga yang ke Korem.Masyarakat Banten sangat ramah, toleransi dan menghargai perbedaan,” tuturnya.

Ia berharap, orangtua dan saudaranya yang ada di tanah Papua untuk tidak menghawatirkan kondisinya di Banten, dan meminta seluruh warga Papua tidak terpengaruh isu-isu yang belum tentu kebenarannya. “Berharap saudara kami di Papua jangan mudah terprovokasi, supaya kita tidak mudah terpecah belah dari NKRI,karena kami satu Indonesia,” tegas William.

Hal senada diungkapkan Maria Elizabet,siswa kelas XII SMKN I Kragilan yang mengaku kerasan tinggal di Banten dan bercita cita menjadi bankir.Ia mengatakan, demi menimba ilmu dan menggapai cita-cita, dirinya rela berpisah lama dengan orangtua dan saudaranya di Papua untuk bersekolah di Banten.“Selama hampir tiga tahun saya bersekolah di Banten baru satu kali pulang Papua,” ujar Maria.

Maria selain aktif di OSIS dirinya juga bergaul dengan para siswa lain dan masyarakat yang ada di sekitar kostnya di Desa Cisait,Kecamatan Kragilan,Kabupaten Serang.”Masyarakat Banten baik baik semua,” cetusnya.

Maria mengaku,selama bersekolah di Banten,banyak hal yang dia pelajari bersama teman temannya yang berasal dari Papua.Selain mendapatkan ilmu pengetahuan, dirinya juga mendapatkan wawasan tentang keragaman budaya dan kekayaan alam yang dimiliki Indonesian yang akan dibagikan ke teman temannya di Papua.

Dalam pertemuan dengan Kepala Dindikbud tersebut,para siswa asal Papua itu juga sempat video call dengan orangtua mereka yang ada di Papua untuk menanyakan kabar dan memastikan keadaaan mereka di Banten aman dan terlindungi.

Kadis Dindikbud Banten Engkos Kosasih juga sempat bertanya kepada siswa asal Papua siapa nama Gubernur Banten, dan siswa tersebut dengan lantang menyebut nama Gebernur Wahidin Halim.

Tidak itu saja,Engkos juga ngetes siswa tersebut hapal Pancasila,empat pilar Kebangsaan dan menyanyikan lagu Satu Nusa.Dan ternyata, semua siswa asal Papua tersebut semua hapal butir Pancasila dan empat pilar Kebangsaan serta menyanyikan lagu Satu Nusa dengan suara merdu.

*Siswa Papua saat menyanyikan lagu Kebangsaan Satu Nusa Satu Bangsa di ruang Rapat Kepala Dindikbud Banten, Selasa (20/8/2019)*

Usai melapalkan Pancasila, empat pliar Kebangasaan dan menyanyikan lagu Satu Nusa,Engkos langsung merogoh kocek dan memberikan hadiah uang kepada siswa asal Pupua yang juga diikuti oleh pejabat Dindikbud Banten lainnya.

Tidak hanya di Kragilan,Kabupaten Serang,tiga orang pelajar SMKN 2 Pandeglang asal Papua juga mengaku tidak terpengaruh aksi kerusuhan di Papua buntut kericuhan kakak mereka dari Papua dengan Ormas di Jawa Timur.

Mereka merasa aman dan nyaman bersekolah di SMKN 2 Pandeglang, karena disediakan asrama dan kebutuhan lain oleh sekolah dan ditambah teman pelajar dan masyarakat Pandeglang yang ramah dan bersahabat.”Alhamduillah anak anak didik kami asal Papua tidak terpengaruh oleh aksi kerusuhan di Papua,” ujar Ade Firdaus kepada koran ini, Selasa (20/8)

Plt Sekdis Dindikbud Banten, Ujang Rafiudin mengatakan, saat ini ada 119 orang siswa SMA/SMK asal Papua yang tersebar di 8 kota dan kabupaten di Banten yang terpilih dari seleksi program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM).”Tahun ini sebanyak 66 orang siswa asal Papua yang lulus SMA/SMK di Banten. 60 orang diantaranya diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan enam orang pulang ke Papua langsung bekerja dan ada juga yang melanjutkan ke perguruan tinggi disana,” terang Ujang.

Sementara Kabid DiksusDindkibud Banten, Arkani mengatakan, keberadaan ratusan pelajar asal Papua tersebut merupakan program Adem dari direktorat Pendidikan Khusus dan Latihan Khusus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Menurut Arkani,pelaksanaan program Afirmasi pelajar asal Papua di Banten bisa dikategorikan berhasil. Lantaran setiap tahun, jumlah pelajar peserta dari tahun 2013 hingga 2019 jumlahnya meningkat secara signifikan.

“Program tersebut berasal dari Kemendikud bekerja sama dengan Pemprov Papua. Kita di Banten hanya menyediakan fasilitas pendidikan saja, sedangkan untuk biaya hidup dan lain lain disediakan Pemprov Papua dan Kementerian Pendidikan,” terang Arkani .

Di Banten sendiri kata Arkani, ratusan pelajar dari Papua tersebut tersebar di 24 sekolah yang rata rata adalah anak dari kepala suku dan pelajar berprestasi di sekolah asalnya.

Dijelaskan, sebelum kedatangan para pelajar asal Papua ke Banten, para pelajar itu diberikan pengenalan dan pelatihan terlebih dahulu di Rindam Jaya untuk diberikan pemahaman tentang NKRI dan Kebudayaan di pulau Jawa dan norma norma bernegara.”Program Adem ini diharapkan adanya pemerataan akses pendidikan dan mutu pendidikan yang merata di seluruh Indonesia,” tukas Arkani.(Ade Gunawan)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *