Kemenag Banten Gelar Lomba MBK dan KTI

SERANG I DBC — Dalam upaya peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat, Kanwil Kemenag Provinsi Banten Bidang Urais dan Binsyar menggelar lomba Musabaqoh Bahsil Kutub (MBK) dan lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) bagi para ASN di lingkungan KUA pada hari Senin (12/8) bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Provinsi Banten. Kegiatan diikuti oleh peserta yang terdiri dari Kepala KUA, Penghulu, Calon Penghulu dan ASN yang merupakan utusan dari KUA Se-Banten.

Kabid Urais dan Binsyar, Miftahudin Djabby mengatakan bahwa kegiatan lomba yang terkait dengan ASN pada KUA akan dilaksanakan selama 2 hari yang terbagi menjadi, lomba Musabaqah Bahsil Kutub (MBK) yang dilaksanakan hari ini (12/8) dan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang akan dilaksanakan pada hari Selasa (13/8).

Miftah mengatakan tujuan dari kegiatan adalah pertama meningkatkan dan mendorong kecintaan Kepala KUA , Penghulu, calon Penghulu dan ASN di lingkungan Kemenag Provinsi Banten dal membaca literatur berbahasa Arab.

Kedua, kata Miftah, meningkatkan kemampuan Kepala KUA, Penghulu, calon Penghulu dan ASN dalam melakukan kajian dan pendalaman ilmu-ilmu agama islam dari sumber kitab-kitab berbahasa Arab.

“Meningkatkan wawasan keilmuan islam bagi kepala KUA, Penghulu, calon Penghulu dan ASN dan Meningkatkan pelayanan Kepenghuluan kepada masyarakat terkait dengan problematika perkawinan sesuai dengan ajaran yang bersumber dari literatur klasik” ucapnya.

Miftah mengatakan bahwa  Musabaqah Bahsil Kutub ini kiranya kedepan dapat menjadi program utama yang diagendakan dalam forum Pokjahulu untuk meningkatkan kualitas para Penghulu yang ada.

“Kegiatan Bahsil Kutub ini merupakan Rencana Kerja Pemerintah ( RKP ) Pusat, jadi di setiap kota/kabupaten dan provinsi wajib untuk melaksanakannya, dikarenkan Bahsil Kutub ini sangat penting bagi para Kepala KUA dan Penghulu”jelasnya.

Miftah juga menjelaskan, Kitab-kitab klasik itu didalamnya sudah komplit dan menjadi sebagai rujukan bagi para ulama –ulama kita terdahulu khususnya memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti kitab i’anatul thalibin, bidayatul mujtahid,al-um dan lain sebagainya, jadi kepada para Ka.KUA dan Penghulu mampu menggali atau memahami kitab-kitab klasik agar bisa menjadikan rujukan bagi pelayan kepada masyarakat.

Sementara itu, Miftah juga menuraikan konsep tentang perwujudan penghulu modern. Menurutnya penghulu modern selalu memiliki inovasi dan kompetensi untuk melakukan pengkajian terhadap masalah hukum munakahat dan ahwalu syakhshiyah.

“Kompetensi untuk melakukan pengembangan metode penasihatan, konseling dan pelaksanaan nikah rujuk dengan uji coba hasil pengembangan pelayanan NR. Menumbuhkan semangat kecintaan untuk selalu mempunyai gagasan ilmiah dan mendalami ilmu ilmu penelitian, pengujian, survey, dan evaluasi,” bebernya.

Kabid Urais Binsyar ini berharap pada lomba KTI ini mampu menghasilkan karya ilmiah yang bermutu di bidang kepenghuluan dan hukum Islam dengan tema besar “Peran penghulu dalam membangun moderasi beragama dan menjaga kebersamaan umat”.

Selanjutnya peserta yang meraih predikat terbaik tingkat provinsi ini akan dikirim pada lomba yang sama ditingkat nasional mewakili Provinsi Banten pada tanggal 10 s.d 13 September. (Ade Gunawan)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *